Bismillah...
Sengaja q buat blog ini tanpa menyebutkan identitas q..sebetulnya blog ini blog pribadi tetapi jika ada pembaca yg membaca blog silahkan tinggalkan komen jadi tidak hanya membaca tapi juga komentar untuk memberikan saran atau apapun...
Di blog kadang q keluarkan uneg2 yg ada dalam diriku,semoga dengan membaca blog ini bisa diambil hikmahnya bukan membaca saja hehe...bagi yg mengetahui siapa saya,mohon untuk tidak memberitahukan kepada yg lain cukup yg tau saja hehe..
Kamis, 30 Desember 2010
Tugas Utama Muslimah
Zaman semakin berkembang dan di zaman sekarang orang-orang sudah mulai menyebut zaman emansipasi wanita, dimana status anatara laki-laki dan perempuan tidak dibedakan. Wanita bisa melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh laki-laki. Mereka bahkan melupakan kodrat mereka sebagai wanita, wanita yang mempunyai kelembutan, penuh kasih sayang dan cinta.
Sekarang kita juga melihat bahwa wanita mulai sibuk dengan kegiatan diluar dari pada kegiatan di dalam rumah mengurusi keluarga. Banyak diantara mereka menyebutkan dengan alasan mengejar karir karena kondisi kelurga yang mengharuskan mereka melakukan itu. Bisa jadi ini memang alasan utama mengapa mereka sibuk dengan karir mereka, akan tetapi apakah dia harus melupakan tugas utama mereka? Meninggalakan suami, anak dan keluarganya yang membutuhkannya?
Wanita merupakan sosok yang memiliki multi peran. Keluarga adalah tempat setiap manusia mengawali kehidupan yang merupakan dasar dari pembentukan setiap manusia, karena itu wanita sebagai pendamping suami, pendidik anak dan pengurus rumah tangga berperan penting dalam berbagai upaya mewujudkan manusia-manusia yang beraqidah yang lurus sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, berbudi luhur, berakhlak mulia, berperikemanusiaan dan berpendirian teguh.
Wanita merupakan tonggak dari keluarga yaitu apabila wanitanya baik maka akan baik seluruh keluarganya dan apabila keluarganya baik maka masyarakat pun juga akan baik. Begitu juga apabila masyarakatnya baik maka akan baik pula negaranya. Wanita memiliki sifat yang lembut, berperasaan, penuh kasih sayang, sabar, ulet, telaten; yang merupakan modal bagi wanita untuk mendidik dan membesarkan putra-putrinya.
Pernikahan merupakan suatu hal yang dinanti-nantikan oleh setiap manusia, dimana berkumpulnya dua insan yang diridhoi oleh Allah ta’ala. Wanita sholihah merupakan tiang keluarga, sekaligus perhiasan pertama bagi kehidupan seorang laki-laki, bahkan wanita sholihah merupakan perhiasan terbaik dalam kehidupan ini. Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Dunia ini perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah.”(HR. Muslim).
Cara agar menjadi wanita sholihah yang berhasil dan berkedudukan tinggi, dicintai, dibanggakan dan disayangi suami di antaranya: memilih suami yang baik agamanya, taat dan berbakti kepada suami, berbakti kepada ibu mertua dan menghormati keluarganya, tidak menyebarluaskan rahasia suami, senantiasa mendampingi dan mendukung pendapat suami, menarik hati suami dan masih banyak lagi yang lain. Seperti kisah seorang ibu yang perpesan kepada putrinya ketika akan menikah, nasihat ini sering disebut dengan 10 peringai[1],. Pesan tersebut adalah:
* Pertama dan kedua, temanilah dia (suami) dengan penuh kepuasan dan pergaulilah dia dengan senantiasa mendengar dan menaatinya.
* Ketiga dan keempat, perhatikanlah penciumannya, sehingga dia selalu mencium bau yang harum dan wangi dari dirimu dan perhatikanlah pandangannya sehingga dia tidak melihatmu sebagai orang yang buruk.
* Kelima dan keenam, perhatikanlah waktu makannya dan janganlah engkau membuat kegaduhan pada saat dia sedang tidur.
* Ketujuh dan kedelapan, jagalah hubungan dan berlakulah baik kepada kerabat keluarganya.
* Kesembilan dan kesepuluh, janganlah engkau menyebarlauskan rahasia dan janganlah engkau menentang perintahnya.
Suami merupakan sesorang yang harus kita dahulukan dalam segala perintahnya. Rosulullah Sholallahu 'alaihi wasallam bersabda,"Tidaklah boleh seseorang sujud kepada orang lain. Seandainya diperbolehkan seseorang sujud kepada orang lain, niscaya aku akan perintahkan wanita untuk bersujud kepada suaminya."(HR. Ahamad dan An Nasa'i). Ini menunjukkan betapa besarnya hak suami sehingga wanita harus mendahulukan hak suami dibandingkan hak-hak orang lain.
Tidak pernah lepas dari pikiran wanita bahwa tanggung jawab seorang ibu adalah mendidik anak-anaknya dan membentuk kepribadian anak-anak. Seorang muslimah yang mengetahui agama dan mengikuti petunjuk agama maka dia akan mengetahui tugas pendidikan yang diembannya sehingga dia akan bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya. Allah ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluarganu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”(TQS. At Tahrim: 7).
Wanita selalu mengingat bahwa anak-anak memerlukan dan membutukan asuhan, kelembutan, cinta yang dalam dan kasih sayang yang murni agar jiwa mereka tumbuh dengan sehat dan jauh dari berbagai penyakit dan permasalahan dan juga agar mengisi dengan optimis dan menjadikan diri penuh kepercayaan serta mengisi otak anak-anak dengan berbagai harapan dan keinginan.
Adapun hal-hal yang perlu dilakukan oleh seorang ibu terhadap anaknya adalah:
* Mengetahui tanggung jawab terhadap anak-anaknya.
* Menggunakan cara yang baik dalam mendidik anak-anaknya.
* Memberikan cinta dan kasih sayang sepenuh hati.
* Tidak pilih kasih terhadap anak-anaknya.
* Tidak membedakan dalam mencurahkan kasih sayang.
* Mewaspadi segala hal yang mempengaruhi pembentukan dan pembinaan anak.
* Menanamkan akhlakul karimah pada anak.
Tentunya masih banyak lagi tugas-tugas wanita yang lainnya, akntetapi tugas utama bagi wanita adalah rumah tangganya yaitu sebagai pendamping suami, pendidik anak dan pengurus rumah tangga. Tugas tersebut juga tidak mudah tentunya, oleh sebab itu wanita harus penuh dengan keikhlasan dalam melaksanakannya agar diberi kesabaran dan keridhoan oleh Allah ta'ala.
www.muslimahtips.com/muslimah/63-tugas-utama-muslimah.html
Sekarang kita juga melihat bahwa wanita mulai sibuk dengan kegiatan diluar dari pada kegiatan di dalam rumah mengurusi keluarga. Banyak diantara mereka menyebutkan dengan alasan mengejar karir karena kondisi kelurga yang mengharuskan mereka melakukan itu. Bisa jadi ini memang alasan utama mengapa mereka sibuk dengan karir mereka, akan tetapi apakah dia harus melupakan tugas utama mereka? Meninggalakan suami, anak dan keluarganya yang membutuhkannya?
Wanita merupakan sosok yang memiliki multi peran. Keluarga adalah tempat setiap manusia mengawali kehidupan yang merupakan dasar dari pembentukan setiap manusia, karena itu wanita sebagai pendamping suami, pendidik anak dan pengurus rumah tangga berperan penting dalam berbagai upaya mewujudkan manusia-manusia yang beraqidah yang lurus sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, berbudi luhur, berakhlak mulia, berperikemanusiaan dan berpendirian teguh.
Wanita merupakan tonggak dari keluarga yaitu apabila wanitanya baik maka akan baik seluruh keluarganya dan apabila keluarganya baik maka masyarakat pun juga akan baik. Begitu juga apabila masyarakatnya baik maka akan baik pula negaranya. Wanita memiliki sifat yang lembut, berperasaan, penuh kasih sayang, sabar, ulet, telaten; yang merupakan modal bagi wanita untuk mendidik dan membesarkan putra-putrinya.
Pernikahan merupakan suatu hal yang dinanti-nantikan oleh setiap manusia, dimana berkumpulnya dua insan yang diridhoi oleh Allah ta’ala. Wanita sholihah merupakan tiang keluarga, sekaligus perhiasan pertama bagi kehidupan seorang laki-laki, bahkan wanita sholihah merupakan perhiasan terbaik dalam kehidupan ini. Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Dunia ini perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah.”(HR. Muslim).
Cara agar menjadi wanita sholihah yang berhasil dan berkedudukan tinggi, dicintai, dibanggakan dan disayangi suami di antaranya: memilih suami yang baik agamanya, taat dan berbakti kepada suami, berbakti kepada ibu mertua dan menghormati keluarganya, tidak menyebarluaskan rahasia suami, senantiasa mendampingi dan mendukung pendapat suami, menarik hati suami dan masih banyak lagi yang lain. Seperti kisah seorang ibu yang perpesan kepada putrinya ketika akan menikah, nasihat ini sering disebut dengan 10 peringai[1],. Pesan tersebut adalah:
* Pertama dan kedua, temanilah dia (suami) dengan penuh kepuasan dan pergaulilah dia dengan senantiasa mendengar dan menaatinya.
* Ketiga dan keempat, perhatikanlah penciumannya, sehingga dia selalu mencium bau yang harum dan wangi dari dirimu dan perhatikanlah pandangannya sehingga dia tidak melihatmu sebagai orang yang buruk.
* Kelima dan keenam, perhatikanlah waktu makannya dan janganlah engkau membuat kegaduhan pada saat dia sedang tidur.
* Ketujuh dan kedelapan, jagalah hubungan dan berlakulah baik kepada kerabat keluarganya.
* Kesembilan dan kesepuluh, janganlah engkau menyebarlauskan rahasia dan janganlah engkau menentang perintahnya.
Suami merupakan sesorang yang harus kita dahulukan dalam segala perintahnya. Rosulullah Sholallahu 'alaihi wasallam bersabda,"Tidaklah boleh seseorang sujud kepada orang lain. Seandainya diperbolehkan seseorang sujud kepada orang lain, niscaya aku akan perintahkan wanita untuk bersujud kepada suaminya."(HR. Ahamad dan An Nasa'i). Ini menunjukkan betapa besarnya hak suami sehingga wanita harus mendahulukan hak suami dibandingkan hak-hak orang lain.
Tidak pernah lepas dari pikiran wanita bahwa tanggung jawab seorang ibu adalah mendidik anak-anaknya dan membentuk kepribadian anak-anak. Seorang muslimah yang mengetahui agama dan mengikuti petunjuk agama maka dia akan mengetahui tugas pendidikan yang diembannya sehingga dia akan bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya. Allah ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluarganu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”(TQS. At Tahrim: 7).
Wanita selalu mengingat bahwa anak-anak memerlukan dan membutukan asuhan, kelembutan, cinta yang dalam dan kasih sayang yang murni agar jiwa mereka tumbuh dengan sehat dan jauh dari berbagai penyakit dan permasalahan dan juga agar mengisi dengan optimis dan menjadikan diri penuh kepercayaan serta mengisi otak anak-anak dengan berbagai harapan dan keinginan.
Adapun hal-hal yang perlu dilakukan oleh seorang ibu terhadap anaknya adalah:
* Mengetahui tanggung jawab terhadap anak-anaknya.
* Menggunakan cara yang baik dalam mendidik anak-anaknya.
* Memberikan cinta dan kasih sayang sepenuh hati.
* Tidak pilih kasih terhadap anak-anaknya.
* Tidak membedakan dalam mencurahkan kasih sayang.
* Mewaspadi segala hal yang mempengaruhi pembentukan dan pembinaan anak.
* Menanamkan akhlakul karimah pada anak.
Tentunya masih banyak lagi tugas-tugas wanita yang lainnya, akntetapi tugas utama bagi wanita adalah rumah tangganya yaitu sebagai pendamping suami, pendidik anak dan pengurus rumah tangga. Tugas tersebut juga tidak mudah tentunya, oleh sebab itu wanita harus penuh dengan keikhlasan dalam melaksanakannya agar diberi kesabaran dan keridhoan oleh Allah ta'ala.
www.muslimahtips.com/muslimah/63-tugas-utama-muslimah.html
Minggu, 17 Oktober 2010
Duhai Allah
Duhai Allah duhai Allah
Pemilik segala alam raya
Kepada-Mu bermuara doa
Kepada-Mu bermuara cinta
Duhai Allah duhai Allah
Hanya kepada-Mu daku mengadu
Kuberdoa hanya pada-Mu
Ya Allah jangan tinggalkan daku
Duhai Allah Yang Kuasa
Cahya-Mu mulya alangkah indahnya
Terangi hati yang lama resah
Tentramkan jiwa yang gelisah
Duhai Allah duhai Allah
Rinduku biru hanyalah milik-mu
Dekatkanlah daku dengan-Mu
Allah jangan tinggalkan daku
Duhai Allah Yang Kuasa
Cinta-Mu mulya alangkah indahnya
Sirami hati yang lelah resah
Teduhi jiwa yang gelisah
::nasyid yg paling aku suka dan paling sering ku dengar,ketika hatiku merasa tidak tenang ku selalu mendengarkan nasyid ini,.setiap mau tidur juga selalu kudengarkan nasyid ini::
kalo mau donlot ni ke sini aja
http://search.4shared.com/q/1/duhai Allah
Pemilik segala alam raya
Kepada-Mu bermuara doa
Kepada-Mu bermuara cinta
Duhai Allah duhai Allah
Hanya kepada-Mu daku mengadu
Kuberdoa hanya pada-Mu
Ya Allah jangan tinggalkan daku
Duhai Allah Yang Kuasa
Cahya-Mu mulya alangkah indahnya
Terangi hati yang lama resah
Tentramkan jiwa yang gelisah
Duhai Allah duhai Allah
Rinduku biru hanyalah milik-mu
Dekatkanlah daku dengan-Mu
Allah jangan tinggalkan daku
Duhai Allah Yang Kuasa
Cinta-Mu mulya alangkah indahnya
Sirami hati yang lelah resah
Teduhi jiwa yang gelisah
::nasyid yg paling aku suka dan paling sering ku dengar,ketika hatiku merasa tidak tenang ku selalu mendengarkan nasyid ini,.setiap mau tidur juga selalu kudengarkan nasyid ini::
kalo mau donlot ni ke sini aja
http://search.4shared.com/q/1/duhai Allah
Senin, 06 September 2010
Hujan,...
Sudah 3 hari ini kebumen selalu diguyur hujan,..semoga dua hari kedepan cuacanya cerah,..uhm dada terasa sesak entah kenapa mungkin karena aku lagi kurang fit dan suara ku yang bindeng karena flu,..
Daritadi banyak yg sms menanyakan dua acara buber besok,tp belum semua aku jawab dikarenakan beberapa hal,teringat tadi siang ada temen SMP yg telp nanya acara buber besok dan setelah akhir telp,dia tanya "kamu sih orangnya yg mana aq lupa?hehe",..wah lama juga ya gak ketemu mpe wajah n nama agak lupa,lalu ku sebutkan nama lengkap dan kelas waktu kelas 1,2,3 dan dia menyebutkan ciri2 "oh yg sodaraan yg km putih lha yg satunya gelap",..wah ternyata dulu banyak teman yg gak tau namamu dan hanya menyebutkan ciri2nya ndud putih dan satunya ndud tak putih hehe,..
Semoga acara besok bisa saling mempererat silaturahmi yang selama ini tidak pernah bertemu,..
hmmm hujan belum berhenti juga,padahal ku mau belanja beli jilbab buat besok kunjungan ke panti,lagi sakit jadi gak boleh hujan hujanan
Daritadi banyak yg sms menanyakan dua acara buber besok,tp belum semua aku jawab dikarenakan beberapa hal,teringat tadi siang ada temen SMP yg telp nanya acara buber besok dan setelah akhir telp,dia tanya "kamu sih orangnya yg mana aq lupa?hehe",..wah lama juga ya gak ketemu mpe wajah n nama agak lupa,lalu ku sebutkan nama lengkap dan kelas waktu kelas 1,2,3 dan dia menyebutkan ciri2 "oh yg sodaraan yg km putih lha yg satunya gelap",..wah ternyata dulu banyak teman yg gak tau namamu dan hanya menyebutkan ciri2nya ndud putih dan satunya ndud tak putih hehe,..
Semoga acara besok bisa saling mempererat silaturahmi yang selama ini tidak pernah bertemu,..
hmmm hujan belum berhenti juga,padahal ku mau belanja beli jilbab buat besok kunjungan ke panti,lagi sakit jadi gak boleh hujan hujanan
Minggu, 05 September 2010
Sebuah pilihan
Lusa ada 2 acara yang jadwalnya bersamaan dan acara itu sm2 pentingnya,yaitu buber Ganisda Jogja yang kebetulan thn ini panitia dari anak2 UGM dan buber di Panti Asuhan.Buber ganisda ini untuk 3 angkatan yang rencananya awalnya mau 8 angkatan tapi gak jadi dikarenakan persiapan yang begitu mepet dan yang ngurus ni acara adek2 '09 dan '10,aku dan teman2 hanya sebagai penanggung jawabnya saja,tapi ternyata besok pas hari teman2 banyak yg gak bisa dateng dan aku pun juga ada buber yg tadinya tgl 8 tapi dimajuin jadi tgl 7.Wah bingung juga,kalo aku gak dateng ntar yang jadi penanggung jawabnya siapa?kasian juga adek2 yang udah ngurusin acara ini dan mereka sempat sms aku kalo 2 diantara mereka merasa putus asa karena tidak semua panitia bekerja secara optimal dan banyak temen2 yang gak bisa datang. Ku beri mereka semangat,karena sukses tidaknya acara gak hanya dari jumlah peserta tapi juga bisa dari faktor lain. Aku pun meminta saran dari senior,kebetulan tahun ini aku terpilih menjadi ketua alumni SMA yg ada di UGM (nama tidak disebutkan) pas acara buber beberapa hari yang lalu di Jogja. Awalnya aku gak tau kalau mau ada pemilihan ketua dan sebelumnya para senior tidak memberitahu para calon ketua,nah pas kebetulan 2 calon ketua gak bisa hadir kecuali aku. Sebelumnya ku merasa aneh,ko para senior pada melihat aku,ada apa ya?e... ternyata mereka memilihku tuk jadi calon. Tiba2 pak ketua mendekat dan berkata,"kamu jadi calon ketua ya?" lalu ku jawab," lho ko aku mas?aku kan bentar lagi lu2s,gimana? ",pak ketua pun menjawab," ya gpp kan nanti bisa diturunkan ke wakil",. Pemilihan pun berlangsung,dalam hati ku berkata semoga aku gak kepilih hehe (dgn alasan aku mw konsen kompre).Dan hasil akhir dari pemilihan ini aku memperoleh hasil yang tertinggi,.Ya sudahlah tak apa,smg q bisa menjalaninya dengan baik dan gak mengganggu belajarku yang semakin hari semakin mendekati kompre.
Acara satunya lagi yaitu buber di Panti Asuhan,acara ini diadakan oleh aku dan teman2 sekelas waktu SMA.Di acara ini,teman2 meminta ku untuk menjadi PJ acara ini.Acara ini pun dibuat secara mendadak, kita hanya ada persiapan waktu sekitar 3 hari. Acara ini diadakan karena salah satu teman kita yang ada di negeri orang sana memberikan kita amanah yaitu untuk mengadakan buka bersama anak yatim dan dia memberikan kita dana yang cukup besar,kita pun disini menggalang dana semampu kita untuk anak2 yatim karena disini kita ingin berbagi dan berbagi itu tak pernah rugi :) .Rencana awal acara ini dilaksanakan tanggal 8,tetapi setelah beberapa teman yg survei ke panti ternyata tanggal segitu gak bisa karena anak2 sudah dipersilahkan untuk mudik. Akhirnya kita memutuskan untuk maju 1 hari.
Sebenernya jika acara buber di panti tgl 8,aku pun juga ada buber sm temen2 SMP tapi aku memilih yg di panti. Berhubung gak jadi tgl 8,aq langsung menghubungi teman SMP kalau tgl segitu aku bisa dan malamnya temen menelpon ku untuk menanyakan tempat yang cocok dan nyaman.Sempat temenku meledek "wah pi,dimana ada buber pasti disitu panitia nya ada kamu,gak di jogja gak dikebumen",ku jawab,"hehehe,.mau gimana lagi,mungkin karena gak ada orang kali ya hehe atau mungkin karena takdir :D ".Pas awal temenku telpon,yang pertama kali ditanyakan yaitu "pi,km lagi sakit ya?masuk angin?" wah ni orang pasti tau dari perubahan suara ku yang berbeda jadi tambah merdu wekekeke. Akhir2 ini entah kenapa kondisi badanku tidak stabil padahal dari dulu biasanya ku jarang sakit. Aku memberi tau temenku kalo bentar lagi insya Allah lulus karena aku tau kalo besok di jogja kalo ada reor forum mahasiswa muslim daerah di jogja (tdk sebut nama) ada indikasi aku sbg calon dan aku pun nyletuk "kalo bisa reor nya pas aku udah lulus aja ya hehe". Ketika sedang bercanda di telpon dan sedang timbul rasa penasaran tiba2 telpon nya mati,mungkin karena pulsanya abis coz temenku telp lumayan lama..besok ceritanya lanjut lagi ya teman pas buber hehe...
Hasil akhir dari dua pilihan diatas yaitu aku memutuskan untuk ikut keduanya karena berhubung gak ada orang yg bisa diwakilkan untuk mengisi sambutan dan acara yg di panti pun aku disuruh temen2 untuk datang karena aku yang jadi PJ acaranya.kalo menurut kalian yg baca,akuharus bagaimana?
semoga acaranya besok lancar,dan semoga jika ada kegiatan2 tidak mengganggu belajarku untuk menghadapi kompre,..aku pengen lulus :)
Acara satunya lagi yaitu buber di Panti Asuhan,acara ini diadakan oleh aku dan teman2 sekelas waktu SMA.Di acara ini,teman2 meminta ku untuk menjadi PJ acara ini.Acara ini pun dibuat secara mendadak, kita hanya ada persiapan waktu sekitar 3 hari. Acara ini diadakan karena salah satu teman kita yang ada di negeri orang sana memberikan kita amanah yaitu untuk mengadakan buka bersama anak yatim dan dia memberikan kita dana yang cukup besar,kita pun disini menggalang dana semampu kita untuk anak2 yatim karena disini kita ingin berbagi dan berbagi itu tak pernah rugi :) .Rencana awal acara ini dilaksanakan tanggal 8,tetapi setelah beberapa teman yg survei ke panti ternyata tanggal segitu gak bisa karena anak2 sudah dipersilahkan untuk mudik. Akhirnya kita memutuskan untuk maju 1 hari.
Sebenernya jika acara buber di panti tgl 8,aku pun juga ada buber sm temen2 SMP tapi aku memilih yg di panti. Berhubung gak jadi tgl 8,aq langsung menghubungi teman SMP kalau tgl segitu aku bisa dan malamnya temen menelpon ku untuk menanyakan tempat yang cocok dan nyaman.Sempat temenku meledek "wah pi,dimana ada buber pasti disitu panitia nya ada kamu,gak di jogja gak dikebumen",ku jawab,"hehehe,.mau gimana lagi,mungkin karena gak ada orang kali ya hehe atau mungkin karena takdir :D ".Pas awal temenku telpon,yang pertama kali ditanyakan yaitu "pi,km lagi sakit ya?masuk angin?" wah ni orang pasti tau dari perubahan suara ku yang berbeda jadi tambah merdu wekekeke. Akhir2 ini entah kenapa kondisi badanku tidak stabil padahal dari dulu biasanya ku jarang sakit. Aku memberi tau temenku kalo bentar lagi insya Allah lulus karena aku tau kalo besok di jogja kalo ada reor forum mahasiswa muslim daerah di jogja (tdk sebut nama) ada indikasi aku sbg calon dan aku pun nyletuk "kalo bisa reor nya pas aku udah lulus aja ya hehe". Ketika sedang bercanda di telpon dan sedang timbul rasa penasaran tiba2 telpon nya mati,mungkin karena pulsanya abis coz temenku telp lumayan lama..besok ceritanya lanjut lagi ya teman pas buber hehe...
Hasil akhir dari dua pilihan diatas yaitu aku memutuskan untuk ikut keduanya karena berhubung gak ada orang yg bisa diwakilkan untuk mengisi sambutan dan acara yg di panti pun aku disuruh temen2 untuk datang karena aku yang jadi PJ acaranya.kalo menurut kalian yg baca,akuharus bagaimana?
semoga acaranya besok lancar,dan semoga jika ada kegiatan2 tidak mengganggu belajarku untuk menghadapi kompre,..aku pengen lulus :)
Perkenankanlah Aku MencintaiMu Semampuku
Tuhanku,
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu…
Lembar demi lembar kitab kupelajari…
Untai demi untai kata para ustadz kuresapi…
Tentang cinta para nabi
Tentang kasih para sahabat
Tentang mahabbah para sufi
Tentang kerinduan para syuhada
Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam
Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan…
Tapi Rabbii....,
Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu…
Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi…
Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu…
Aku makin merasakan gelisahku membadai…
Dalam cita yang mengawang
Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi…
Hingga aku terhempas dalam jurang
Dan kegelapan…
Wahai Ilahi,
Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu…
Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali
Menatap, memohon dan menghibaMu:
Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii,
Perkenankanlah aku mencintaiMu, Semampuku
Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii
Perkenankanlah aku mencintaiMu , Sebisaku
Dengan segala kelemahanku
Ilaahi..,
Aku tak sanggup mencintaiMu
Dengan kesabaran menanggung derita
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al musthafa
Karena itu izinkan aku mencintaiMu
Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu
Atas derita batin dan jasadku
Atas sakit dan ketakutanku
Rabbii...,
Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga.
Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad.
Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu. Izinkan aku mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan. Pada makanan–makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan.
Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya.
Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.
Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu.
Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku.
Yaa, Maha Rahmaan,
Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.
Yaa Rahiim
Aku tak sanggup mencintai Mu semisal Sumayyah,
yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu.
Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu.
Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.
Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya.
Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya.
Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta.
Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii
Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku.
Agar cinta itu mengalun dalam jiwa.
Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu…
Lembar demi lembar kitab kupelajari…
Untai demi untai kata para ustadz kuresapi…
Tentang cinta para nabi
Tentang kasih para sahabat
Tentang mahabbah para sufi
Tentang kerinduan para syuhada
Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam
Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan…
Tapi Rabbii....,
Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu…
Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi…
Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu…
Aku makin merasakan gelisahku membadai…
Dalam cita yang mengawang
Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi…
Hingga aku terhempas dalam jurang
Dan kegelapan…
Wahai Ilahi,
Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu…
Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali
Menatap, memohon dan menghibaMu:
Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii,
Perkenankanlah aku mencintaiMu, Semampuku
Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii
Perkenankanlah aku mencintaiMu , Sebisaku
Dengan segala kelemahanku
Ilaahi..,
Aku tak sanggup mencintaiMu
Dengan kesabaran menanggung derita
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al musthafa
Karena itu izinkan aku mencintaiMu
Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu
Atas derita batin dan jasadku
Atas sakit dan ketakutanku
Rabbii...,
Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga.
Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad.
Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu. Izinkan aku mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan. Pada makanan–makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan.
Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya.
Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.
Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu.
Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku.
Yaa, Maha Rahmaan,
Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.
Yaa Rahiim
Aku tak sanggup mencintai Mu semisal Sumayyah,
yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu.
Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu.
Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.
Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya.
Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya.
Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta.
Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii
Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku.
Agar cinta itu mengalun dalam jiwa.
Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.
Aseur
Tuk aseur
Menghitung aku atasmu,pada butir butir tasbih,....
Seperti mengiring detik detik yang berdetak pada jantungku..
Subhanallah,,aku baca atasmu tentang cerita yang masih melela...
Alhamdulillah,,aku tafsirkan atasmu ttg nyanyi sufi atas 40 bidadari...
Allahu Akbar...
Aku semayamkan atasmu an-niatku jauh bersama sujudku yang merobek Qiyamul LailMU...
Hingga aku mampu,,mengucap dalam nyataku atasmu...
Laa Ilahaillallah....Ar rijalu qowwamuna alan nisa'...
Kadang kalau bener2 ingat,..air mata ku selalu menetes,...
Menghitung aku atasmu,pada butir butir tasbih,....
Seperti mengiring detik detik yang berdetak pada jantungku..
Subhanallah,,aku baca atasmu tentang cerita yang masih melela...
Alhamdulillah,,aku tafsirkan atasmu ttg nyanyi sufi atas 40 bidadari...
Allahu Akbar...
Aku semayamkan atasmu an-niatku jauh bersama sujudku yang merobek Qiyamul LailMU...
Hingga aku mampu,,mengucap dalam nyataku atasmu...
Laa Ilahaillallah....Ar rijalu qowwamuna alan nisa'...
Kadang kalau bener2 ingat,..air mata ku selalu menetes,...
Rabu, 01 September 2010
Aku Masih Bertahan
Aku masih bertahan di sini,...di Jogja,...
Kuliah SP sudah berakhir sejak 2 minggu yang lalu,tapi aku memutuskan untuk tidak segera pulang kampung ke Kebumen dan berencana pulang mendekati Lebaran padahal mah biasanya kalo ada libur aku langsung tancap gas * :D * ke Kebumen. Alasan untuk tidak segera pulang karena beberapa hal,salah satunya kondisi badan ku yang lagi sakit mungkin karena ada agenda di Jogja dan Kebumen jadi sering bolak-balik Kebumen-Jogja. Tapi ada satu alasan yang paling utama kenapa aku gak segera pulang yaitu karena di kampung tidak ada aktivitas sehingga membuat ku selalu teringat dengan seseorang dan kenapa sering mimpi bertemu dengan nya,..itu membuat ku ingat dan pernah saat ingin mendengar suaranya,mungkin karena dulu sering mendengar suaranya via telp. Jika teringat,ku bingung harus berbuat apa dan tilawah lah yang hanya bisa kulakukan agar hati ini tenang,terkadang saat tilawah tiba2 teringat wajahnya,...haduhhhh kenapa ya???ko selalu ingat.........
Karena alasan itulah aku masih bertahan di Jogja,teman2 kos sudah pada balik ke kebumen.. Ku bertahan di Jogja karena di sini ada aktivitas yang bisa ku kerjakan sehingga tidak terlalu begitu mengingat nya dan merasa ibadah di bulan Ramadhan lebih optimal jika di Jogja. Alhamdulillah ku pulang nya ditunda mendekati Lebaran ada manfaatnya juga bagi temen2 yaitu semua temen2 takmir masjid di deket kos yang udah pada mudik menitipkan tugas2nya padaku mulai dari ketua,bendahara,dll...ku terima dengan senang hati,yang tadinya ku hanya di divisi yg mengurusi kegiatan ortu sekarang menjadi multi tugas hehe,.dikarenakan sedikitnya panitia sehingga panitia yang tersisa ikut masuk dalam semua divisi dan akupun disuruh jadi panitia i’tikaf akhwat (coz tmn2 tw kalo ku msh lama di Jogja) .
Ya Rabb tunjukkilah hamba jalan yang lurus,...
Bicara mungkin mudah tapi melaksanakannya tidak semudah apa yang dibicarakan,..
Ku tulis tulisan ini bersama dengan butir-butir air mata yang membasahi pipi...
Kuliah SP sudah berakhir sejak 2 minggu yang lalu,tapi aku memutuskan untuk tidak segera pulang kampung ke Kebumen dan berencana pulang mendekati Lebaran padahal mah biasanya kalo ada libur aku langsung tancap gas * :D * ke Kebumen. Alasan untuk tidak segera pulang karena beberapa hal,salah satunya kondisi badan ku yang lagi sakit mungkin karena ada agenda di Jogja dan Kebumen jadi sering bolak-balik Kebumen-Jogja. Tapi ada satu alasan yang paling utama kenapa aku gak segera pulang yaitu karena di kampung tidak ada aktivitas sehingga membuat ku selalu teringat dengan seseorang dan kenapa sering mimpi bertemu dengan nya,..itu membuat ku ingat dan pernah saat ingin mendengar suaranya,mungkin karena dulu sering mendengar suaranya via telp. Jika teringat,ku bingung harus berbuat apa dan tilawah lah yang hanya bisa kulakukan agar hati ini tenang,terkadang saat tilawah tiba2 teringat wajahnya,...haduhhhh kenapa ya???ko selalu ingat.........
Karena alasan itulah aku masih bertahan di Jogja,teman2 kos sudah pada balik ke kebumen.. Ku bertahan di Jogja karena di sini ada aktivitas yang bisa ku kerjakan sehingga tidak terlalu begitu mengingat nya dan merasa ibadah di bulan Ramadhan lebih optimal jika di Jogja. Alhamdulillah ku pulang nya ditunda mendekati Lebaran ada manfaatnya juga bagi temen2 yaitu semua temen2 takmir masjid di deket kos yang udah pada mudik menitipkan tugas2nya padaku mulai dari ketua,bendahara,dll...ku terima dengan senang hati,yang tadinya ku hanya di divisi yg mengurusi kegiatan ortu sekarang menjadi multi tugas hehe,.dikarenakan sedikitnya panitia sehingga panitia yang tersisa ikut masuk dalam semua divisi dan akupun disuruh jadi panitia i’tikaf akhwat (coz tmn2 tw kalo ku msh lama di Jogja) .
Ya Rabb tunjukkilah hamba jalan yang lurus,...
Bicara mungkin mudah tapi melaksanakannya tidak semudah apa yang dibicarakan,..
Ku tulis tulisan ini bersama dengan butir-butir air mata yang membasahi pipi...
Rindu Sahabatku
Sahabat...
Saat ku datang kembali
Ku ingin selalu merajut kebersamaan bersamamu
Melihat rekahan indah senyum manismu
Sahabat...
Meski kini kita tak sesering dulu tuk bertemu
Tapi, aku yakin... pertemuan kita kan lebih indah dengan saling melepas rindu
Sahabat...
Saat ku bertemu denganmu
Lepas semua penatku
Terhapus tangis sedihku
dan kurasakan kebahagiaan bersamamu
Sahabat...
Walau waktu dan jarak memisahkan kau dan aku
Aku akan slalu merindukanmu
Sahabatku...
Saat ku datang kembali
Ku ingin selalu merajut kebersamaan bersamamu
Melihat rekahan indah senyum manismu
Sahabat...
Meski kini kita tak sesering dulu tuk bertemu
Tapi, aku yakin... pertemuan kita kan lebih indah dengan saling melepas rindu
Sahabat...
Saat ku bertemu denganmu
Lepas semua penatku
Terhapus tangis sedihku
dan kurasakan kebahagiaan bersamamu
Sahabat...
Walau waktu dan jarak memisahkan kau dan aku
Aku akan slalu merindukanmu
Sahabatku...
Langganan:
Postingan (Atom)