Nantikanku di Batas Waktu
Album : Masa Muda
Munsyid : edCoustic
http://liriknasyid.com
Dikedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci
Tak perlu engkau menyangsikan
Lewat kesalihanmu yang terukir menghiasi dirimu
Tak perlu dengan kata-kata
Sungguh walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan
Reff :
Kalau memang kau pilihkan aku
Tunggu sampai aku datang nanti
Kubawa kau pergi kesyurga abadi
Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu
Nantikanku dibatas waktu
(By:edcoustic)
Masih ingin menunggunya..bolehkah saya menunggunya?menunggu sambil memperbaiki diri menjadi lebih baik..
Sabtu, 07 Januari 2012
Kamis, 05 Januari 2012
Ternyata Hati Kecil itu...
Ya Allah..
Ternyata hati kecil itu tak bs dibohongi..tetap saja air mata ini menetes ketika teringat ada yg membuat ku teringat sesuatu,entah itu karena melihat/mendengar/membaca sesesuatu yg bs mengingatkan ku pd seseorang dan sesuatu..Ya Allah kuatkanlah hamba,hamba yakin suatu saat nanti Engkau akan mengabulkan doaku..
Selalu berusaha untuk tidak meneteskan air mata ketika teringat seseorang dan sesuatu yg mungkin blm terjadi..Apakah aku belum ikhlas?ataukah belum tegar?aku ikhlas dan selalu berusaha untuk tegar..tp hati kecil ku ini belum bs di ajak kompromi :(..Ya Allah jika sesuatu itu terjadi kuatkanlah hamba,hamba tidak ingin ada air mata kesedihan ketika seseorang itu sedang berbahagia,jikalau ada air mata yg menetes,hamba ingin air mata itu adalah air mata kebahagiaan karena melihat seseorang itu bahagia.
Ku pasrahkan semuanya padaMu ya Rabb..
Ternyata hati kecil itu tak bs dibohongi..tetap saja air mata ini menetes ketika teringat ada yg membuat ku teringat sesuatu,entah itu karena melihat/mendengar/membaca sesesuatu yg bs mengingatkan ku pd seseorang dan sesuatu..Ya Allah kuatkanlah hamba,hamba yakin suatu saat nanti Engkau akan mengabulkan doaku..
Selalu berusaha untuk tidak meneteskan air mata ketika teringat seseorang dan sesuatu yg mungkin blm terjadi..Apakah aku belum ikhlas?ataukah belum tegar?aku ikhlas dan selalu berusaha untuk tegar..tp hati kecil ku ini belum bs di ajak kompromi :(..Ya Allah jika sesuatu itu terjadi kuatkanlah hamba,hamba tidak ingin ada air mata kesedihan ketika seseorang itu sedang berbahagia,jikalau ada air mata yg menetes,hamba ingin air mata itu adalah air mata kebahagiaan karena melihat seseorang itu bahagia.
Ku pasrahkan semuanya padaMu ya Rabb..
Rabu, 04 Januari 2012
Sebuah Doa
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم
Ya Allah.. Peluklah hati ini di saat ku mulai merasa gelisah, dalam penantian penuh kesabaran ini, terkadang Hatiku merasa rindu pd dia insan yg ku cintai dalam diamku...
Ya Rabb,,,Biarlah Ku simpul dalam setiap do'a-doa dalam Istikharahku kepada-MU Rasa ini,,,agar kelak Engkau Satukan hatinya dan hatiku yang kan bertaut dan bersemi indah karna Redha-MU....
Ya Rabb...Tuntunlah Hati hamba agar hanya mau menerima CINTA seorang Insan yang benar2 Pilihan-MU bukan Semata-mata Pilihan Nafsuku....
(¯♥ Aamiin Ya Rabbal'alamin ♥¯)
Ku titipkan cinta ini kepada Rabbku
Karena ku yakin bahwa akulah yang dipilih Allah untuk bersanding denganmu
Tak perlulah ku memintamu menungguku
Karena ku yakin bahwa akulah yang tebaik yang dipilihkan Allah untukmu
Akupun juga tahu bahwa kau juga meyakininya
Meskipun keyakinan itu kini tersimpan rapi di dalam sucinya diamku dan diammu
Karena Keyakinan dariNya-lah yang membuat kita yakin atas keyakinan itu
Dan sekarang inipun aku memperbaikkan diriku sebelum menyambutmu
Semoga kaupun juga begituagar kita mampu memperkokoh benteng Ketaqwaan bagi Istana kita
Yakinlah bahwa kitalah yang dipilihkan Allah untuk bersama dalam membangun Istana di Syurga dan di atas fondasi rumah kita nanti
Insya Allah.
Bismillaahirrahmaanirrahiim,,
Ya Allah,
aku terima kondisiku yang sulit melupakannya dan masih menyayanginya, maka terimalah aku dan ibadah- ibadahku ( tarik nafas yg dlm perlahan , tahan 3 detik lalu hembuskan sambil istighfar perlahan )
Ya Allah,
aku maafkan hadirnya rasa sayang yang tak layak ini, aku maafkan dirinya yang sulit kulupakan, aku maafkan diriku yang terjebak dalam rasa cinta yang menggelisahkan, maka maafkanlah ia dan maafkanlah aku ( tarik nafas yg dalam perlahan, tahan 3 detik lalu hembuskan sambil istighfar perlahan )
Ya Allah,
aku lepaskan rasa sayang ini dariku, maka lepaskanlah rasa sayang yang tak layak ini dariku, aku adalah aku, rasa sayang kepadanya bukanlah aku. Aku adalah hamba yang hanya bergantung kepada-Mu dan berharap kasih sayang-Mu ( tarik nafas yg dlm perlahan, tahan 3 detik lalu hembuskan sambil istighfar perlahan )
Ya Allah,
aku serahkan urusan hati ini sepenuhnya kepada-Mu , maka serahkanlah ketetapan-Mu yang terbaik kepadaku. Dan sayangilah aku dalam peluk kasih sayang-Mu ( tarik nafas yg dalam perlahan, tahan 3 detik lalu hembuskan sambil istighfar perlahan )
Aamiin ( tarik nafas yang dalam perlahan tahan 3 detik lalu hembuskan sambil ucapkan hamdalah ) (Alhamdulillaahirabbil aalamiin )
Ya Allah.. Peluklah hati ini di saat ku mulai merasa gelisah, dalam penantian penuh kesabaran ini, terkadang Hatiku merasa rindu pd dia insan yg ku cintai dalam diamku...
Ya Rabb,,,Biarlah Ku simpul dalam setiap do'a-doa dalam Istikharahku kepada-MU Rasa ini,,,agar kelak Engkau Satukan hatinya dan hatiku yang kan bertaut dan bersemi indah karna Redha-MU....
Ya Rabb...Tuntunlah Hati hamba agar hanya mau menerima CINTA seorang Insan yang benar2 Pilihan-MU bukan Semata-mata Pilihan Nafsuku....
(¯♥ Aamiin Ya Rabbal'alamin ♥¯)
Ku titipkan cinta ini kepada Rabbku
Karena ku yakin bahwa akulah yang dipilih Allah untuk bersanding denganmu
Tak perlulah ku memintamu menungguku
Karena ku yakin bahwa akulah yang tebaik yang dipilihkan Allah untukmu
Akupun juga tahu bahwa kau juga meyakininya
Meskipun keyakinan itu kini tersimpan rapi di dalam sucinya diamku dan diammu
Karena Keyakinan dariNya-lah yang membuat kita yakin atas keyakinan itu
Dan sekarang inipun aku memperbaikkan diriku sebelum menyambutmu
Semoga kaupun juga begituagar kita mampu memperkokoh benteng Ketaqwaan bagi Istana kita
Yakinlah bahwa kitalah yang dipilihkan Allah untuk bersama dalam membangun Istana di Syurga dan di atas fondasi rumah kita nanti
Insya Allah.
Bismillaahirrahmaanirrahiim,,
Ya Allah,
aku terima kondisiku yang sulit melupakannya dan masih menyayanginya, maka terimalah aku dan ibadah- ibadahku ( tarik nafas yg dlm perlahan , tahan 3 detik lalu hembuskan sambil istighfar perlahan )
Ya Allah,
aku maafkan hadirnya rasa sayang yang tak layak ini, aku maafkan dirinya yang sulit kulupakan, aku maafkan diriku yang terjebak dalam rasa cinta yang menggelisahkan, maka maafkanlah ia dan maafkanlah aku ( tarik nafas yg dalam perlahan, tahan 3 detik lalu hembuskan sambil istighfar perlahan )
Ya Allah,
aku lepaskan rasa sayang ini dariku, maka lepaskanlah rasa sayang yang tak layak ini dariku, aku adalah aku, rasa sayang kepadanya bukanlah aku. Aku adalah hamba yang hanya bergantung kepada-Mu dan berharap kasih sayang-Mu ( tarik nafas yg dlm perlahan, tahan 3 detik lalu hembuskan sambil istighfar perlahan )
Ya Allah,
aku serahkan urusan hati ini sepenuhnya kepada-Mu , maka serahkanlah ketetapan-Mu yang terbaik kepadaku. Dan sayangilah aku dalam peluk kasih sayang-Mu ( tarik nafas yg dalam perlahan, tahan 3 detik lalu hembuskan sambil istighfar perlahan )
Aamiin ( tarik nafas yang dalam perlahan tahan 3 detik lalu hembuskan sambil ucapkan hamdalah ) (Alhamdulillaahirabbil aalamiin )
Kamis, 29 Desember 2011
AKU KUATKAN PENANTIAN INI DENGAN KESABARAN
AKU KUATKAN PENANTIAN INI DENGAN KESABARAN
Oleh Putri Mutiara
Pagi Yang Sejuk..
Sesejuk Hatiku Atas Limpahan RahmatMu
Dalam Bingkai kesabaran Ku Mengharap Sebuah Penantian Ini akan Berakhir
Berpotretkan Kebahagiaan Yang Kudambakan..
Kicau burung dengan ceria selalu menemaniku
Begitu setia tanpa mengharap sesuatu dariku
Merdu..Semerdu suara hatiku dalam indahnya Kepasrahan ini
Angin..kuatnya semilirmu tak sekuat Ketegaran ini
Ketegaran Yang tak luput dari BimbinganMu Wahai pemilik Raga
Awan..indahnya warnamu memberi arti bagiku
Warna indah sebuah Kesetiaan..
Mentari pun ikut tersenyum dengan Indah..
Seindah KaruniaMu yang selalu ada dalam setiap KaryaMU
Daunpun ikut menari..Seolah ingin berkata kepadaku
Kalau aku harus selalu Tersenyum Walau hati ini diselimuti kesedihan
Ayo..Tegar...Tegar...Tegar..
Hati inipun selalu ingin tersenyum..
Tetap dengan Azam yang melekat dalam wadah kesabaran
Mengharap Kebahagiaan yang selama ini Aku Rindukan..Yang Aku Inginkan..
Bahagia Bersamamu..dalam Keridhoan Pemilik Alam
Dalam Santun dan Indahnya Kasih yang Bermakna
Penantian ini tak akan pernah Berubah
Walau Panas awan yang semakin menyelimuti
Walau angin kadang nampak tak bersahabat
Walau Burung Semakin Gemuruh bernyanyi
Walau Raga Tak Sekuat Keinginan Ini
Aku Akan Selalu menanti..
Tanpa mengenal Lelah Dan Putus Asa..
Dalam Manisnya Senyuman Indah Yang Penuh Warna
Dalam Indahnya Kasih Sang Pemilik Syurga
Dan selalu Berharap Semoga Kelak Kita Bisa Bersama Berada disana..
(Untuk Sahabat2 Yg sll Bersemangat dlm bersabar)
Oleh Putri Mutiara
Pagi Yang Sejuk..
Sesejuk Hatiku Atas Limpahan RahmatMu
Dalam Bingkai kesabaran Ku Mengharap Sebuah Penantian Ini akan Berakhir
Berpotretkan Kebahagiaan Yang Kudambakan..
Kicau burung dengan ceria selalu menemaniku
Begitu setia tanpa mengharap sesuatu dariku
Merdu..Semerdu suara hatiku dalam indahnya Kepasrahan ini
Angin..kuatnya semilirmu tak sekuat Ketegaran ini
Ketegaran Yang tak luput dari BimbinganMu Wahai pemilik Raga
Awan..indahnya warnamu memberi arti bagiku
Warna indah sebuah Kesetiaan..
Mentari pun ikut tersenyum dengan Indah..
Seindah KaruniaMu yang selalu ada dalam setiap KaryaMU
Daunpun ikut menari..Seolah ingin berkata kepadaku
Kalau aku harus selalu Tersenyum Walau hati ini diselimuti kesedihan
Ayo..Tegar...Tegar...Tegar..
Hati inipun selalu ingin tersenyum..
Tetap dengan Azam yang melekat dalam wadah kesabaran
Mengharap Kebahagiaan yang selama ini Aku Rindukan..Yang Aku Inginkan..
Bahagia Bersamamu..dalam Keridhoan Pemilik Alam
Dalam Santun dan Indahnya Kasih yang Bermakna
Penantian ini tak akan pernah Berubah
Walau Panas awan yang semakin menyelimuti
Walau angin kadang nampak tak bersahabat
Walau Burung Semakin Gemuruh bernyanyi
Walau Raga Tak Sekuat Keinginan Ini
Aku Akan Selalu menanti..
Tanpa mengenal Lelah Dan Putus Asa..
Dalam Manisnya Senyuman Indah Yang Penuh Warna
Dalam Indahnya Kasih Sang Pemilik Syurga
Dan selalu Berharap Semoga Kelak Kita Bisa Bersama Berada disana..
(Untuk Sahabat2 Yg sll Bersemangat dlm bersabar)
Kamis, 19 Mei 2011
»«¤°DOA SEORANG KEKASIH°¤
°ㆀ¦→→»«¤°DOA SEORANG KEKASIH°¤←←←¦ㆀ°
Ya Rabbana
Engkau yang mengetahui apa yang terbaik untuk hamba
Keputusan terbaik ada di TanganMu
Jika dia memang terbaik untuk dunia dan akhiratku
maka kirimkanlah dia
menjadi Imamku
menjadi tempatku berbagi cerita
menjadi tempatku berbakti, dalam ketaatan padaMu
Ya Rabbana
Tak ada daya upaya
selain tanpa pertolonganMu
Engkaulah sebaik-baiknya penolong
duhai Tuhanku
Bila yang tertulis olehNya
engkau yang terpilih untukku
Telah terbuka hati ini menyambut cintamu
Di sini segalanya kan kita mula
Mengukir buaian rindu yang tersimpan dulu
Tuk menjadi nyata dalam hidup bersama
Selamat datang di separuh nafasku
Selamat datang di pertapaan hatiku
Izinkan aku `tuk mencintaimu
Menjadi belahan di dalam jiwaku
Ya Allah jadikanlah ia pengantin sejati
Di dalam hidupku ....
Ya Rabbana
Engkau yang mengetahui apa yang terbaik untuk hamba
Keputusan terbaik ada di TanganMu
Jika dia memang terbaik untuk dunia dan akhiratku
maka kirimkanlah dia
menjadi Imamku
menjadi tempatku berbagi cerita
menjadi tempatku berbakti, dalam ketaatan padaMu
Ya Rabbana
Tak ada daya upaya
selain tanpa pertolonganMu
Engkaulah sebaik-baiknya penolong
duhai Tuhanku
Bila yang tertulis olehNya
engkau yang terpilih untukku
Telah terbuka hati ini menyambut cintamu
Di sini segalanya kan kita mula
Mengukir buaian rindu yang tersimpan dulu
Tuk menjadi nyata dalam hidup bersama
Selamat datang di separuh nafasku
Selamat datang di pertapaan hatiku
Izinkan aku `tuk mencintaimu
Menjadi belahan di dalam jiwaku
Ya Allah jadikanlah ia pengantin sejati
Di dalam hidupku ....
Kamis, 17 Februari 2011
Ya Allah..
Ya Allah, kuatkanlah iman dan kesabaran dlm dada .. Karna hanya dgn memiliki ke duanya, hamba sanggup mensyukuri dgn lapang setiap kehendakMU.
Ya Allah, tunjukkilah kami jalan yg Engkau Ridhoi.. Jadikan kami hambaMu yg sholeh dan Sholehah,selalu istiqomah di jalanMu..
Amin..
Ya Allah, tunjukkilah kami jalan yg Engkau Ridhoi.. Jadikan kami hambaMu yg sholeh dan Sholehah,selalu istiqomah di jalanMu..
Amin..
Kamis, 30 Desember 2010
Nilai-Nilai Ketaatan yg Memudar
Seringkali kita melihat seseorang sebut saja si Fulan yang meningkat nilai ketaatannya kepada ajaran agama, namun begitu tidak kelihatan (menghilang) beberapa waktu saja, tiba-tiba suatu hari kita dikejutkan dengan keadaan ketaatannya sudah jauh menurun. Sebagai contoh, lihatlah keadaan kaum muslimin di awal bulan Ramadhan (yang penuh dengan ibadah dan ketaat-an), kemudian bandingkan dengan keadaan mereka be-berapa hari atau beberapa bulan setelah Ramadhan berlalu, kita akan dapat melihat perbedaan yang amat mencolok.
Memudar dan melemahnya nilai ketaatan adalah dengan meninggalkan ketaatan itu sendiri atau tidak mempertahankan keutuhan nilai-nilai agama di dalam diri berupa amal-amal shalih, akhirnya jatuh kepada perkara haram. Ada beberapa fenomena yang dapat kita saksikan di tengah-tengah kaum muslimin berkaitan dengan masalah ini, sebagai berikut:
1- Tidak Hati-hati Dalam Berbicara dan Berjanji
Banyak sekali orang yang mengeluhkan masalah ini. Masih sering kita jumpai seseorang yang membuat janji kepada saudaranya sesama muslim, namun ia tidak menaruh perhatian terhadap janjinya itu, bahkan sering kali ia langgar atau terlambat menepatinya. Lebih parah lagi kadang kala ia malah meniatkan melanggar perjan-jian itu tanpa mempedulikan akibatnya dan tanpa mem-perhitungkan pahala yang bakal diperoleh dari menepati janji. Lucunya terkadang ia malah menggerutu bila janji-janji itu ditepati sambil mengolok: "Apakah kita harus berlagak kebarat-baratan?" Apakah ia lupa atau pura-pura tidak tahu bahwa menepati janji adalah salah satu keistimewaan kaum muslimin. Kalau tidak percaya, silakan buka lembaran-lembaran sejarah dan biografi tokoh-tokoh Islam dalam hal menepati janji. Perlu di-ketahui, ketika kaum muslimin meremehkan masalah ini, musuh-musuh Islam justru mencaploknya. Sehingga sangat disayangkan bila mereka mengambil intinya se-mentara kaum muslimin kebagian kulitnya saja.
2- Terburu-buru Dalam Memvonis Tanpa Cek dan Ricek (Tabayyun) Terlebih Dahulu
Berapa banyak kita jumpai orang-orang yang menim-bang dengan dua timbangan (tidak fair dalam memvonis orang). Mereka membuat-buat tuduhan lalu menjatuhkan vonis secara keji. Jika ditanya tentang alasannya, tanpa malu-malu mereka berkata: "Begitulah dugaan saya!" "Kata orang demikian!" "Aku dengar orang-orang berkata begitu!"
Bila ditanya tentang seseorang, ia langsung memvonis "Ia seorang ahli bid'ah!" atau yang lebih parah dari itu. Tanpa ragu ia memvonis fasik atau memvonis kafir orang lain. Jika engkau tanya: "Siapakah orang yang memberi tahu kamu hal ini, apa bukti kamu?" Ia akan terdiam seribu bahasa. Apakah mereka lupa atau tidak tahu bahwa tabayyun termasuk manhaj (prinsip) Ahlus Sunnah wal Jama'ah? Simaklah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala berikut ini:
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada-mu orang fasik membawa suatu berita, maka perik-salah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengeta-hui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (Al-Hujurat: 6)
Sungguh sangat mengherankan bila musuh-musuh Islam dengan beragam tingkatannya dapat terhindar dari kebenciannya sementara saudara-saudaranya seiman tidak dapat terhindar dari itu?!
Sikap mereka itu mengingatkan saya kepada sindiran salah seorang tokoh salaf ketika mendapati seseorang mencela saudaranya seiman. Ia katakan kepada orang yang mencela itu: "Apakah engkau pernah memerangi pasukan Romawi?" "Belum!" jawabnya. "Apakah engkau pernah berperang melawan tentara Parsi?" tanya beliau lagi. "Belum!" jawabnya. Beliau lantas berkata: "Subha-nallah, musuh-musuh Allah dapat terhindar dari ganggu-anmu sementara saudaramu seiman tidak!?" Lalu beliau membacakan ayat:
"Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya." (Al-Maidah: 74)
Tidakkah mereka mengetahui bahwa setiap muslim akan dimintai pertanggungjawaban atas seluruh ucapan-nya?
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (Qaaf: 18)
3. Berlaku Aniaya Dalam Pertengkaran dan Tidak Memperhatikan Etika Dalam Berbeda Pendapat
Sebagian orang ada yang begitu tertambat hatinya dengan sebuah pendapat. Kadangkala ia menetapkan wala' dan bara' atas dasar pendapat tersebut. Konsepnya me-ngatakan: "Jika kamu tidak bersamaku, maka engkau adalah musuhku!" Oleh sebab itu ia tidak mau berge-ming dari pendapat itu meskipun sejengkal, atau paling tidak mengatakan bahwa pendapatnya itu mungkin salah! Kadangkala ia mencampuri masalah niat dan menebak-nebak isi hati orang lain. Terkadang ia juga mendikte dengan apa yang sebenarnya tidak diyakini oleh seterunya itu, atau dengan cara-cara keji lainnya.
4. Mendengarkan Isu dan Kabar Dusta
Sekarang ini banyak kita temui orang yang suka mendengar kiri kanan, suka mendengar isu-isu dari setiap orang. Kemudian ia menyebarkan seluruh yang didengarkannya tanpa rasa takut dan bersalah. Kadang-kala sebuah berita dusta yang bersifat adu domba disampaikan kepada seseorang, lalu ia sebarkan berita itu seolah-olah sebuah kebenaran yang nyata. Realita yang sering kita temui pada hari ini cukup sebagai buk-tinya.
5. Pilah-pilih Amal Ketaatan
Yaitu memilih amalan-amalan ketaatan yang sesuai dengan dorongan hawa nafsunya saja. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Orang yang bijaksana adalah yang mengoreksi dirinya dan segera beramal sebagai bekal untuk hari Akhirat. Dan orang yang lemah adalah yang selalu memperturutkan hawa nafsu, di samping itu ia mengharapkan berbagai angan-angan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala." (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
Oleh sebab itu pula, sebagian orang hanya meng-ikuti kebenaran yang sejalan dengan hawa nafsunya. Kalau tidak sejalan, maka ia akan menoleh ke kiri dan ke kanan mencari tempat bersandar. Sebagian ulama salaf ada yang berkata: "Hawa nafsu dapat menjadi ilah yang disembah-sembah. Kemudian ia membaca ayat:
"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menja-dikan hawa nafsunya sebagai ilahnya." (Al-Jatsiyah: 23)
6. Menelantarkan Urusan Keluarga
Tidak memperhatikan pertumbuhan keluarga dan anak-anak sampai kepada kondisi yang diharapkan. Seringkali kita temui orang-orang yang sibuk dengan karirnya, sementara keluarga dan anak-anaknya tengge-lam dalam perbuatan dosa. Namun meskipun demikian, hatinya tidak tergerak untuk merubahnya. Dengan dingin ia berkata: "Ah sudahlah! Yang penting tidak mengganggu karirku." Kadangkala ia memergoki dengan mata kepalanya sendiri kemungkaran itu, tetapi ia diam seribu bahasa. Begitulah akibatnya jika sudah terlalu banyak berbuat dosa, kesadaran pun sulit tergugah.
7. Tidak Teguh Dalam Menghadapi Problematika Kehidupan, Cobaan dan Musibah
Gemerlap kehidupan dunia kerapkali menyesatkan banyak manusia. Sedikit demi sedikit ia terseret ke dalam perbuatan haram. Tidak syak lagi, gemerlap dunia itu sangat kuat pengaruhnya dalam menurunkan nilai ketaatan seseorang, atau bahkan dapat menghilangkan nilai ketaatan itu dalam dirinya.
Tidakkah engkau lihat, seseorang yang keluar dari rumahnya demi mencari sesuap nasi, berbagai usaha pun dicobanya. Namun akhirnya ia terjerumus dalam praktek riba, hingga jadilah ia orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya.
Contoh lainnya, seorang yang bergelimang berbagai kasus penipuan dalam usahanya. Dan masih banyak lagi perkara lain yang merupakan bentuk-bentuk melemahnya nilai ketaatan.
8. Mengabaikan Hak-hak Persaudaraan
Sudah barang tentu, disana ada beberapa hak yang wajib ditunaikan oleh seorang muslim kepada saudara-nya seiman. Hal itu sudah disebutkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadits-hadits beliau. Terkadang seseorang mengabaikan hak-hak tersebut, seakan-akan hak-hak persaudaran itu semata-mata ada jika menguntungkannya saja. Sering kita temui sebagian orang yang melihat saudaranya me-lakukan perbuatan maksiat dan dosa, namun ia bersikap acuh tak acuh saja. Atau ada seorang saudaranya seiman yang meminta nasihat dan pengarahan darinya, atau meminta bantuannya untuk menghilangkan kesulitan, atau kepentingan-kepentingan lainnya, namun ia tidak merespon hal itu sedikitpun, apalagi membantu melepas-kan saudaranya itu dari kesulitan! Tentu saja sikap semacam ini dapat mencederai nilai ketaatan.
Realita di atas sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, hal itu dapat kita jadikan barometer dalam mengukur nilai ketaatan yang ada di dalam diri. Semakin banyak hak persaudaraan yang kita abaikan, semakin lemah pula nilai ketaatan kita.
www.muslimahtips.com/tazkiyatun-nafs/89-nilai-nilai-ketaatan-yang-memudar.html
Memudar dan melemahnya nilai ketaatan adalah dengan meninggalkan ketaatan itu sendiri atau tidak mempertahankan keutuhan nilai-nilai agama di dalam diri berupa amal-amal shalih, akhirnya jatuh kepada perkara haram. Ada beberapa fenomena yang dapat kita saksikan di tengah-tengah kaum muslimin berkaitan dengan masalah ini, sebagai berikut:
1- Tidak Hati-hati Dalam Berbicara dan Berjanji
Banyak sekali orang yang mengeluhkan masalah ini. Masih sering kita jumpai seseorang yang membuat janji kepada saudaranya sesama muslim, namun ia tidak menaruh perhatian terhadap janjinya itu, bahkan sering kali ia langgar atau terlambat menepatinya. Lebih parah lagi kadang kala ia malah meniatkan melanggar perjan-jian itu tanpa mempedulikan akibatnya dan tanpa mem-perhitungkan pahala yang bakal diperoleh dari menepati janji. Lucunya terkadang ia malah menggerutu bila janji-janji itu ditepati sambil mengolok: "Apakah kita harus berlagak kebarat-baratan?" Apakah ia lupa atau pura-pura tidak tahu bahwa menepati janji adalah salah satu keistimewaan kaum muslimin. Kalau tidak percaya, silakan buka lembaran-lembaran sejarah dan biografi tokoh-tokoh Islam dalam hal menepati janji. Perlu di-ketahui, ketika kaum muslimin meremehkan masalah ini, musuh-musuh Islam justru mencaploknya. Sehingga sangat disayangkan bila mereka mengambil intinya se-mentara kaum muslimin kebagian kulitnya saja.
2- Terburu-buru Dalam Memvonis Tanpa Cek dan Ricek (Tabayyun) Terlebih Dahulu
Berapa banyak kita jumpai orang-orang yang menim-bang dengan dua timbangan (tidak fair dalam memvonis orang). Mereka membuat-buat tuduhan lalu menjatuhkan vonis secara keji. Jika ditanya tentang alasannya, tanpa malu-malu mereka berkata: "Begitulah dugaan saya!" "Kata orang demikian!" "Aku dengar orang-orang berkata begitu!"
Bila ditanya tentang seseorang, ia langsung memvonis "Ia seorang ahli bid'ah!" atau yang lebih parah dari itu. Tanpa ragu ia memvonis fasik atau memvonis kafir orang lain. Jika engkau tanya: "Siapakah orang yang memberi tahu kamu hal ini, apa bukti kamu?" Ia akan terdiam seribu bahasa. Apakah mereka lupa atau tidak tahu bahwa tabayyun termasuk manhaj (prinsip) Ahlus Sunnah wal Jama'ah? Simaklah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala berikut ini:
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada-mu orang fasik membawa suatu berita, maka perik-salah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengeta-hui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (Al-Hujurat: 6)
Sungguh sangat mengherankan bila musuh-musuh Islam dengan beragam tingkatannya dapat terhindar dari kebenciannya sementara saudara-saudaranya seiman tidak dapat terhindar dari itu?!
Sikap mereka itu mengingatkan saya kepada sindiran salah seorang tokoh salaf ketika mendapati seseorang mencela saudaranya seiman. Ia katakan kepada orang yang mencela itu: "Apakah engkau pernah memerangi pasukan Romawi?" "Belum!" jawabnya. "Apakah engkau pernah berperang melawan tentara Parsi?" tanya beliau lagi. "Belum!" jawabnya. Beliau lantas berkata: "Subha-nallah, musuh-musuh Allah dapat terhindar dari ganggu-anmu sementara saudaramu seiman tidak!?" Lalu beliau membacakan ayat:
"Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya." (Al-Maidah: 74)
Tidakkah mereka mengetahui bahwa setiap muslim akan dimintai pertanggungjawaban atas seluruh ucapan-nya?
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (Qaaf: 18)
3. Berlaku Aniaya Dalam Pertengkaran dan Tidak Memperhatikan Etika Dalam Berbeda Pendapat
Sebagian orang ada yang begitu tertambat hatinya dengan sebuah pendapat. Kadangkala ia menetapkan wala' dan bara' atas dasar pendapat tersebut. Konsepnya me-ngatakan: "Jika kamu tidak bersamaku, maka engkau adalah musuhku!" Oleh sebab itu ia tidak mau berge-ming dari pendapat itu meskipun sejengkal, atau paling tidak mengatakan bahwa pendapatnya itu mungkin salah! Kadangkala ia mencampuri masalah niat dan menebak-nebak isi hati orang lain. Terkadang ia juga mendikte dengan apa yang sebenarnya tidak diyakini oleh seterunya itu, atau dengan cara-cara keji lainnya.
4. Mendengarkan Isu dan Kabar Dusta
Sekarang ini banyak kita temui orang yang suka mendengar kiri kanan, suka mendengar isu-isu dari setiap orang. Kemudian ia menyebarkan seluruh yang didengarkannya tanpa rasa takut dan bersalah. Kadang-kala sebuah berita dusta yang bersifat adu domba disampaikan kepada seseorang, lalu ia sebarkan berita itu seolah-olah sebuah kebenaran yang nyata. Realita yang sering kita temui pada hari ini cukup sebagai buk-tinya.
5. Pilah-pilih Amal Ketaatan
Yaitu memilih amalan-amalan ketaatan yang sesuai dengan dorongan hawa nafsunya saja. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Orang yang bijaksana adalah yang mengoreksi dirinya dan segera beramal sebagai bekal untuk hari Akhirat. Dan orang yang lemah adalah yang selalu memperturutkan hawa nafsu, di samping itu ia mengharapkan berbagai angan-angan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala." (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
Oleh sebab itu pula, sebagian orang hanya meng-ikuti kebenaran yang sejalan dengan hawa nafsunya. Kalau tidak sejalan, maka ia akan menoleh ke kiri dan ke kanan mencari tempat bersandar. Sebagian ulama salaf ada yang berkata: "Hawa nafsu dapat menjadi ilah yang disembah-sembah. Kemudian ia membaca ayat:
"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menja-dikan hawa nafsunya sebagai ilahnya." (Al-Jatsiyah: 23)
6. Menelantarkan Urusan Keluarga
Tidak memperhatikan pertumbuhan keluarga dan anak-anak sampai kepada kondisi yang diharapkan. Seringkali kita temui orang-orang yang sibuk dengan karirnya, sementara keluarga dan anak-anaknya tengge-lam dalam perbuatan dosa. Namun meskipun demikian, hatinya tidak tergerak untuk merubahnya. Dengan dingin ia berkata: "Ah sudahlah! Yang penting tidak mengganggu karirku." Kadangkala ia memergoki dengan mata kepalanya sendiri kemungkaran itu, tetapi ia diam seribu bahasa. Begitulah akibatnya jika sudah terlalu banyak berbuat dosa, kesadaran pun sulit tergugah.
7. Tidak Teguh Dalam Menghadapi Problematika Kehidupan, Cobaan dan Musibah
Gemerlap kehidupan dunia kerapkali menyesatkan banyak manusia. Sedikit demi sedikit ia terseret ke dalam perbuatan haram. Tidak syak lagi, gemerlap dunia itu sangat kuat pengaruhnya dalam menurunkan nilai ketaatan seseorang, atau bahkan dapat menghilangkan nilai ketaatan itu dalam dirinya.
Tidakkah engkau lihat, seseorang yang keluar dari rumahnya demi mencari sesuap nasi, berbagai usaha pun dicobanya. Namun akhirnya ia terjerumus dalam praktek riba, hingga jadilah ia orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya.
Contoh lainnya, seorang yang bergelimang berbagai kasus penipuan dalam usahanya. Dan masih banyak lagi perkara lain yang merupakan bentuk-bentuk melemahnya nilai ketaatan.
8. Mengabaikan Hak-hak Persaudaraan
Sudah barang tentu, disana ada beberapa hak yang wajib ditunaikan oleh seorang muslim kepada saudara-nya seiman. Hal itu sudah disebutkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadits-hadits beliau. Terkadang seseorang mengabaikan hak-hak tersebut, seakan-akan hak-hak persaudaran itu semata-mata ada jika menguntungkannya saja. Sering kita temui sebagian orang yang melihat saudaranya me-lakukan perbuatan maksiat dan dosa, namun ia bersikap acuh tak acuh saja. Atau ada seorang saudaranya seiman yang meminta nasihat dan pengarahan darinya, atau meminta bantuannya untuk menghilangkan kesulitan, atau kepentingan-kepentingan lainnya, namun ia tidak merespon hal itu sedikitpun, apalagi membantu melepas-kan saudaranya itu dari kesulitan! Tentu saja sikap semacam ini dapat mencederai nilai ketaatan.
Realita di atas sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, hal itu dapat kita jadikan barometer dalam mengukur nilai ketaatan yang ada di dalam diri. Semakin banyak hak persaudaraan yang kita abaikan, semakin lemah pula nilai ketaatan kita.
www.muslimahtips.com/tazkiyatun-nafs/89-nilai-nilai-ketaatan-yang-memudar.html
My Blog
Bismillah...
Sengaja q buat blog ini tanpa menyebutkan identitas q..sebetulnya blog ini blog pribadi tetapi jika ada pembaca yg membaca blog silahkan tinggalkan komen jadi tidak hanya membaca tapi juga komentar untuk memberikan saran atau apapun...
Di blog kadang q keluarkan uneg2 yg ada dalam diriku,semoga dengan membaca blog ini bisa diambil hikmahnya bukan membaca saja hehe...bagi yg mengetahui siapa saya,mohon untuk tidak memberitahukan kepada yg lain cukup yg tau saja hehe..
Sengaja q buat blog ini tanpa menyebutkan identitas q..sebetulnya blog ini blog pribadi tetapi jika ada pembaca yg membaca blog silahkan tinggalkan komen jadi tidak hanya membaca tapi juga komentar untuk memberikan saran atau apapun...
Di blog kadang q keluarkan uneg2 yg ada dalam diriku,semoga dengan membaca blog ini bisa diambil hikmahnya bukan membaca saja hehe...bagi yg mengetahui siapa saya,mohon untuk tidak memberitahukan kepada yg lain cukup yg tau saja hehe..
Tugas Utama Muslimah
Zaman semakin berkembang dan di zaman sekarang orang-orang sudah mulai menyebut zaman emansipasi wanita, dimana status anatara laki-laki dan perempuan tidak dibedakan. Wanita bisa melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh laki-laki. Mereka bahkan melupakan kodrat mereka sebagai wanita, wanita yang mempunyai kelembutan, penuh kasih sayang dan cinta.
Sekarang kita juga melihat bahwa wanita mulai sibuk dengan kegiatan diluar dari pada kegiatan di dalam rumah mengurusi keluarga. Banyak diantara mereka menyebutkan dengan alasan mengejar karir karena kondisi kelurga yang mengharuskan mereka melakukan itu. Bisa jadi ini memang alasan utama mengapa mereka sibuk dengan karir mereka, akan tetapi apakah dia harus melupakan tugas utama mereka? Meninggalakan suami, anak dan keluarganya yang membutuhkannya?
Wanita merupakan sosok yang memiliki multi peran. Keluarga adalah tempat setiap manusia mengawali kehidupan yang merupakan dasar dari pembentukan setiap manusia, karena itu wanita sebagai pendamping suami, pendidik anak dan pengurus rumah tangga berperan penting dalam berbagai upaya mewujudkan manusia-manusia yang beraqidah yang lurus sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, berbudi luhur, berakhlak mulia, berperikemanusiaan dan berpendirian teguh.
Wanita merupakan tonggak dari keluarga yaitu apabila wanitanya baik maka akan baik seluruh keluarganya dan apabila keluarganya baik maka masyarakat pun juga akan baik. Begitu juga apabila masyarakatnya baik maka akan baik pula negaranya. Wanita memiliki sifat yang lembut, berperasaan, penuh kasih sayang, sabar, ulet, telaten; yang merupakan modal bagi wanita untuk mendidik dan membesarkan putra-putrinya.
Pernikahan merupakan suatu hal yang dinanti-nantikan oleh setiap manusia, dimana berkumpulnya dua insan yang diridhoi oleh Allah ta’ala. Wanita sholihah merupakan tiang keluarga, sekaligus perhiasan pertama bagi kehidupan seorang laki-laki, bahkan wanita sholihah merupakan perhiasan terbaik dalam kehidupan ini. Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Dunia ini perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah.”(HR. Muslim).
Cara agar menjadi wanita sholihah yang berhasil dan berkedudukan tinggi, dicintai, dibanggakan dan disayangi suami di antaranya: memilih suami yang baik agamanya, taat dan berbakti kepada suami, berbakti kepada ibu mertua dan menghormati keluarganya, tidak menyebarluaskan rahasia suami, senantiasa mendampingi dan mendukung pendapat suami, menarik hati suami dan masih banyak lagi yang lain. Seperti kisah seorang ibu yang perpesan kepada putrinya ketika akan menikah, nasihat ini sering disebut dengan 10 peringai[1],. Pesan tersebut adalah:
* Pertama dan kedua, temanilah dia (suami) dengan penuh kepuasan dan pergaulilah dia dengan senantiasa mendengar dan menaatinya.
* Ketiga dan keempat, perhatikanlah penciumannya, sehingga dia selalu mencium bau yang harum dan wangi dari dirimu dan perhatikanlah pandangannya sehingga dia tidak melihatmu sebagai orang yang buruk.
* Kelima dan keenam, perhatikanlah waktu makannya dan janganlah engkau membuat kegaduhan pada saat dia sedang tidur.
* Ketujuh dan kedelapan, jagalah hubungan dan berlakulah baik kepada kerabat keluarganya.
* Kesembilan dan kesepuluh, janganlah engkau menyebarlauskan rahasia dan janganlah engkau menentang perintahnya.
Suami merupakan sesorang yang harus kita dahulukan dalam segala perintahnya. Rosulullah Sholallahu 'alaihi wasallam bersabda,"Tidaklah boleh seseorang sujud kepada orang lain. Seandainya diperbolehkan seseorang sujud kepada orang lain, niscaya aku akan perintahkan wanita untuk bersujud kepada suaminya."(HR. Ahamad dan An Nasa'i). Ini menunjukkan betapa besarnya hak suami sehingga wanita harus mendahulukan hak suami dibandingkan hak-hak orang lain.
Tidak pernah lepas dari pikiran wanita bahwa tanggung jawab seorang ibu adalah mendidik anak-anaknya dan membentuk kepribadian anak-anak. Seorang muslimah yang mengetahui agama dan mengikuti petunjuk agama maka dia akan mengetahui tugas pendidikan yang diembannya sehingga dia akan bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya. Allah ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluarganu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”(TQS. At Tahrim: 7).
Wanita selalu mengingat bahwa anak-anak memerlukan dan membutukan asuhan, kelembutan, cinta yang dalam dan kasih sayang yang murni agar jiwa mereka tumbuh dengan sehat dan jauh dari berbagai penyakit dan permasalahan dan juga agar mengisi dengan optimis dan menjadikan diri penuh kepercayaan serta mengisi otak anak-anak dengan berbagai harapan dan keinginan.
Adapun hal-hal yang perlu dilakukan oleh seorang ibu terhadap anaknya adalah:
* Mengetahui tanggung jawab terhadap anak-anaknya.
* Menggunakan cara yang baik dalam mendidik anak-anaknya.
* Memberikan cinta dan kasih sayang sepenuh hati.
* Tidak pilih kasih terhadap anak-anaknya.
* Tidak membedakan dalam mencurahkan kasih sayang.
* Mewaspadi segala hal yang mempengaruhi pembentukan dan pembinaan anak.
* Menanamkan akhlakul karimah pada anak.
Tentunya masih banyak lagi tugas-tugas wanita yang lainnya, akntetapi tugas utama bagi wanita adalah rumah tangganya yaitu sebagai pendamping suami, pendidik anak dan pengurus rumah tangga. Tugas tersebut juga tidak mudah tentunya, oleh sebab itu wanita harus penuh dengan keikhlasan dalam melaksanakannya agar diberi kesabaran dan keridhoan oleh Allah ta'ala.
www.muslimahtips.com/muslimah/63-tugas-utama-muslimah.html
Sekarang kita juga melihat bahwa wanita mulai sibuk dengan kegiatan diluar dari pada kegiatan di dalam rumah mengurusi keluarga. Banyak diantara mereka menyebutkan dengan alasan mengejar karir karena kondisi kelurga yang mengharuskan mereka melakukan itu. Bisa jadi ini memang alasan utama mengapa mereka sibuk dengan karir mereka, akan tetapi apakah dia harus melupakan tugas utama mereka? Meninggalakan suami, anak dan keluarganya yang membutuhkannya?
Wanita merupakan sosok yang memiliki multi peran. Keluarga adalah tempat setiap manusia mengawali kehidupan yang merupakan dasar dari pembentukan setiap manusia, karena itu wanita sebagai pendamping suami, pendidik anak dan pengurus rumah tangga berperan penting dalam berbagai upaya mewujudkan manusia-manusia yang beraqidah yang lurus sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, berbudi luhur, berakhlak mulia, berperikemanusiaan dan berpendirian teguh.
Wanita merupakan tonggak dari keluarga yaitu apabila wanitanya baik maka akan baik seluruh keluarganya dan apabila keluarganya baik maka masyarakat pun juga akan baik. Begitu juga apabila masyarakatnya baik maka akan baik pula negaranya. Wanita memiliki sifat yang lembut, berperasaan, penuh kasih sayang, sabar, ulet, telaten; yang merupakan modal bagi wanita untuk mendidik dan membesarkan putra-putrinya.
Pernikahan merupakan suatu hal yang dinanti-nantikan oleh setiap manusia, dimana berkumpulnya dua insan yang diridhoi oleh Allah ta’ala. Wanita sholihah merupakan tiang keluarga, sekaligus perhiasan pertama bagi kehidupan seorang laki-laki, bahkan wanita sholihah merupakan perhiasan terbaik dalam kehidupan ini. Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Dunia ini perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah.”(HR. Muslim).
Cara agar menjadi wanita sholihah yang berhasil dan berkedudukan tinggi, dicintai, dibanggakan dan disayangi suami di antaranya: memilih suami yang baik agamanya, taat dan berbakti kepada suami, berbakti kepada ibu mertua dan menghormati keluarganya, tidak menyebarluaskan rahasia suami, senantiasa mendampingi dan mendukung pendapat suami, menarik hati suami dan masih banyak lagi yang lain. Seperti kisah seorang ibu yang perpesan kepada putrinya ketika akan menikah, nasihat ini sering disebut dengan 10 peringai[1],. Pesan tersebut adalah:
* Pertama dan kedua, temanilah dia (suami) dengan penuh kepuasan dan pergaulilah dia dengan senantiasa mendengar dan menaatinya.
* Ketiga dan keempat, perhatikanlah penciumannya, sehingga dia selalu mencium bau yang harum dan wangi dari dirimu dan perhatikanlah pandangannya sehingga dia tidak melihatmu sebagai orang yang buruk.
* Kelima dan keenam, perhatikanlah waktu makannya dan janganlah engkau membuat kegaduhan pada saat dia sedang tidur.
* Ketujuh dan kedelapan, jagalah hubungan dan berlakulah baik kepada kerabat keluarganya.
* Kesembilan dan kesepuluh, janganlah engkau menyebarlauskan rahasia dan janganlah engkau menentang perintahnya.
Suami merupakan sesorang yang harus kita dahulukan dalam segala perintahnya. Rosulullah Sholallahu 'alaihi wasallam bersabda,"Tidaklah boleh seseorang sujud kepada orang lain. Seandainya diperbolehkan seseorang sujud kepada orang lain, niscaya aku akan perintahkan wanita untuk bersujud kepada suaminya."(HR. Ahamad dan An Nasa'i). Ini menunjukkan betapa besarnya hak suami sehingga wanita harus mendahulukan hak suami dibandingkan hak-hak orang lain.
Tidak pernah lepas dari pikiran wanita bahwa tanggung jawab seorang ibu adalah mendidik anak-anaknya dan membentuk kepribadian anak-anak. Seorang muslimah yang mengetahui agama dan mengikuti petunjuk agama maka dia akan mengetahui tugas pendidikan yang diembannya sehingga dia akan bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya. Allah ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluarganu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”(TQS. At Tahrim: 7).
Wanita selalu mengingat bahwa anak-anak memerlukan dan membutukan asuhan, kelembutan, cinta yang dalam dan kasih sayang yang murni agar jiwa mereka tumbuh dengan sehat dan jauh dari berbagai penyakit dan permasalahan dan juga agar mengisi dengan optimis dan menjadikan diri penuh kepercayaan serta mengisi otak anak-anak dengan berbagai harapan dan keinginan.
Adapun hal-hal yang perlu dilakukan oleh seorang ibu terhadap anaknya adalah:
* Mengetahui tanggung jawab terhadap anak-anaknya.
* Menggunakan cara yang baik dalam mendidik anak-anaknya.
* Memberikan cinta dan kasih sayang sepenuh hati.
* Tidak pilih kasih terhadap anak-anaknya.
* Tidak membedakan dalam mencurahkan kasih sayang.
* Mewaspadi segala hal yang mempengaruhi pembentukan dan pembinaan anak.
* Menanamkan akhlakul karimah pada anak.
Tentunya masih banyak lagi tugas-tugas wanita yang lainnya, akntetapi tugas utama bagi wanita adalah rumah tangganya yaitu sebagai pendamping suami, pendidik anak dan pengurus rumah tangga. Tugas tersebut juga tidak mudah tentunya, oleh sebab itu wanita harus penuh dengan keikhlasan dalam melaksanakannya agar diberi kesabaran dan keridhoan oleh Allah ta'ala.
www.muslimahtips.com/muslimah/63-tugas-utama-muslimah.html
Langganan:
Postingan (Atom)