Kamis, 30 Desember 2010

Nilai-Nilai Ketaatan yg Memudar

Seringkali kita melihat seseorang sebut saja si Fulan yang meningkat nilai ketaatannya kepada ajaran agama, namun begitu tidak kelihatan (menghilang) beberapa waktu saja, tiba-tiba suatu hari kita dikejutkan dengan keadaan ketaatannya sudah jauh menurun. Sebagai contoh, lihatlah keadaan kaum muslimin di awal bulan Ramadhan (yang penuh dengan ibadah dan ketaat-an), kemudian bandingkan dengan keadaan mereka be-berapa hari atau beberapa bulan setelah Ramadhan berlalu, kita akan dapat melihat perbedaan yang amat mencolok.

Memudar dan melemahnya nilai ketaatan adalah dengan meninggalkan ketaatan itu sendiri atau tidak mempertahankan keutuhan nilai-nilai agama di dalam diri berupa amal-amal shalih, akhirnya jatuh kepada perkara haram. Ada beberapa fenomena yang dapat kita saksikan di tengah-tengah kaum muslimin berkaitan dengan masalah ini, sebagai berikut:

1- Tidak Hati-hati Dalam Berbicara dan Berjanji

Banyak sekali orang yang mengeluhkan masalah ini. Masih sering kita jumpai seseorang yang membuat janji kepada saudaranya sesama muslim, namun ia tidak menaruh perhatian terhadap janjinya itu, bahkan sering kali ia langgar atau terlambat menepatinya. Lebih parah lagi kadang kala ia malah meniatkan melanggar perjan-jian itu tanpa mempedulikan akibatnya dan tanpa mem-perhitungkan pahala yang bakal diperoleh dari menepati janji. Lucunya terkadang ia malah menggerutu bila janji-janji itu ditepati sambil mengolok: "Apakah kita harus berlagak kebarat-baratan?" Apakah ia lupa atau pura-pura tidak tahu bahwa menepati janji adalah salah satu keistimewaan kaum muslimin. Kalau tidak percaya, silakan buka lembaran-lembaran sejarah dan biografi tokoh-tokoh Islam dalam hal menepati janji. Perlu di-ketahui, ketika kaum muslimin meremehkan masalah ini, musuh-musuh Islam justru mencaploknya. Sehingga sangat disayangkan bila mereka mengambil intinya se-mentara kaum muslimin kebagian kulitnya saja.

2- Terburu-buru Dalam Memvonis Tanpa Cek dan Ricek (Tabayyun) Terlebih Dahulu

Berapa banyak kita jumpai orang-orang yang menim-bang dengan dua timbangan (tidak fair dalam memvonis orang). Mereka membuat-buat tuduhan lalu menjatuhkan vonis secara keji. Jika ditanya tentang alasannya, tanpa malu-malu mereka berkata: "Begitulah dugaan saya!" "Kata orang demikian!" "Aku dengar orang-orang berkata begitu!"

Bila ditanya tentang seseorang, ia langsung memvonis "Ia seorang ahli bid'ah!" atau yang lebih parah dari itu. Tanpa ragu ia memvonis fasik atau memvonis kafir orang lain. Jika engkau tanya: "Siapakah orang yang memberi tahu kamu hal ini, apa bukti kamu?" Ia akan terdiam seribu bahasa. Apakah mereka lupa atau tidak tahu bahwa tabayyun termasuk manhaj (prinsip) Ahlus Sunnah wal Jama'ah? Simaklah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala berikut ini:

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada-mu orang fasik membawa suatu berita, maka perik-salah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengeta-hui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (Al-Hujurat: 6)

Sungguh sangat mengherankan bila musuh-musuh Islam dengan beragam tingkatannya dapat terhindar dari kebenciannya sementara saudara-saudaranya seiman tidak dapat terhindar dari itu?!

Sikap mereka itu mengingatkan saya kepada sindiran salah seorang tokoh salaf ketika mendapati seseorang mencela saudaranya seiman. Ia katakan kepada orang yang mencela itu: "Apakah engkau pernah memerangi pasukan Romawi?" "Belum!" jawabnya. "Apakah engkau pernah berperang melawan tentara Parsi?" tanya beliau lagi. "Belum!" jawabnya. Beliau lantas berkata: "Subha-nallah, musuh-musuh Allah dapat terhindar dari ganggu-anmu sementara saudaramu seiman tidak!?" Lalu beliau membacakan ayat:

"Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya." (Al-Maidah: 74)

Tidakkah mereka mengetahui bahwa setiap muslim akan dimintai pertanggungjawaban atas seluruh ucapan-nya?

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (Qaaf: 18)

3. Berlaku Aniaya Dalam Pertengkaran dan Tidak Memperhatikan Etika Dalam Berbeda Pendapat

Sebagian orang ada yang begitu tertambat hatinya dengan sebuah pendapat. Kadangkala ia menetapkan wala' dan bara' atas dasar pendapat tersebut. Konsepnya me-ngatakan: "Jika kamu tidak bersamaku, maka engkau adalah musuhku!" Oleh sebab itu ia tidak mau berge-ming dari pendapat itu meskipun sejengkal, atau paling tidak mengatakan bahwa pendapatnya itu mungkin salah! Kadangkala ia mencampuri masalah niat dan menebak-nebak isi hati orang lain. Terkadang ia juga mendikte dengan apa yang sebenarnya tidak diyakini oleh seterunya itu, atau dengan cara-cara keji lainnya.

4. Mendengarkan Isu dan Kabar Dusta

Sekarang ini banyak kita temui orang yang suka mendengar kiri kanan, suka mendengar isu-isu dari setiap orang. Kemudian ia menyebarkan seluruh yang didengarkannya tanpa rasa takut dan bersalah. Kadang-kala sebuah berita dusta yang bersifat adu domba disampaikan kepada seseorang, lalu ia sebarkan berita itu seolah-olah sebuah kebenaran yang nyata. Realita yang sering kita temui pada hari ini cukup sebagai buk-tinya.

5. Pilah-pilih Amal Ketaatan

Yaitu memilih amalan-amalan ketaatan yang sesuai dengan dorongan hawa nafsunya saja. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Orang yang bijaksana adalah yang mengoreksi dirinya dan segera beramal sebagai bekal untuk hari Akhirat. Dan orang yang lemah adalah yang selalu memperturutkan hawa nafsu, di samping itu ia mengharapkan berbagai angan-angan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala." (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Oleh sebab itu pula, sebagian orang hanya meng-ikuti kebenaran yang sejalan dengan hawa nafsunya. Kalau tidak sejalan, maka ia akan menoleh ke kiri dan ke kanan mencari tempat bersandar. Sebagian ulama salaf ada yang berkata: "Hawa nafsu dapat menjadi ilah yang disembah-sembah. Kemudian ia membaca ayat:

"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menja-dikan hawa nafsunya sebagai ilahnya." (Al-Jatsiyah: 23)

6. Menelantarkan Urusan Keluarga

Tidak memperhatikan pertumbuhan keluarga dan anak-anak sampai kepada kondisi yang diharapkan. Seringkali kita temui orang-orang yang sibuk dengan karirnya, sementara keluarga dan anak-anaknya tengge-lam dalam perbuatan dosa. Namun meskipun demikian, hatinya tidak tergerak untuk merubahnya. Dengan dingin ia berkata: "Ah sudahlah! Yang penting tidak mengganggu karirku." Kadangkala ia memergoki dengan mata kepalanya sendiri kemungkaran itu, tetapi ia diam seribu bahasa. Begitulah akibatnya jika sudah terlalu banyak berbuat dosa, kesadaran pun sulit tergugah.

7. Tidak Teguh Dalam Menghadapi Problematika Kehidupan, Cobaan dan Musibah

Gemerlap kehidupan dunia kerapkali menyesatkan banyak manusia. Sedikit demi sedikit ia terseret ke dalam perbuatan haram. Tidak syak lagi, gemerlap dunia itu sangat kuat pengaruhnya dalam menurunkan nilai ketaatan seseorang, atau bahkan dapat menghilangkan nilai ketaatan itu dalam dirinya.

Tidakkah engkau lihat, seseorang yang keluar dari rumahnya demi mencari sesuap nasi, berbagai usaha pun dicobanya. Namun akhirnya ia terjerumus dalam praktek riba, hingga jadilah ia orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya.

Contoh lainnya, seorang yang bergelimang berbagai kasus penipuan dalam usahanya. Dan masih banyak lagi perkara lain yang merupakan bentuk-bentuk melemahnya nilai ketaatan.

8. Mengabaikan Hak-hak Persaudaraan

Sudah barang tentu, disana ada beberapa hak yang wajib ditunaikan oleh seorang muslim kepada saudara-nya seiman. Hal itu sudah disebutkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadits-hadits beliau. Terkadang seseorang mengabaikan hak-hak tersebut, seakan-akan hak-hak persaudaran itu semata-mata ada jika menguntungkannya saja. Sering kita temui sebagian orang yang melihat saudaranya me-lakukan perbuatan maksiat dan dosa, namun ia bersikap acuh tak acuh saja. Atau ada seorang saudaranya seiman yang meminta nasihat dan pengarahan darinya, atau meminta bantuannya untuk menghilangkan kesulitan, atau kepentingan-kepentingan lainnya, namun ia tidak merespon hal itu sedikitpun, apalagi membantu melepas-kan saudaranya itu dari kesulitan! Tentu saja sikap semacam ini dapat mencederai nilai ketaatan.

Realita di atas sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, hal itu dapat kita jadikan barometer dalam mengukur nilai ketaatan yang ada di dalam diri. Semakin banyak hak persaudaraan yang kita abaikan, semakin lemah pula nilai ketaatan kita.


www.muslimahtips.com/tazkiyatun-nafs/89-nilai-nilai-ketaatan-yang-memudar.html

My Blog

Bismillah...

Sengaja q buat blog ini tanpa menyebutkan identitas q..sebetulnya blog ini blog pribadi tetapi jika ada pembaca yg membaca blog silahkan tinggalkan komen jadi tidak hanya membaca tapi juga komentar untuk memberikan saran atau apapun...

Di blog kadang q keluarkan uneg2 yg ada dalam diriku,semoga dengan membaca blog ini bisa diambil hikmahnya bukan membaca saja hehe...bagi yg mengetahui siapa saya,mohon untuk tidak memberitahukan kepada yg lain cukup yg tau saja hehe..

Tugas Utama Muslimah

Zaman semakin berkembang dan di zaman sekarang orang-orang sudah mulai menyebut zaman emansipasi wanita, dimana status anatara laki-laki dan perempuan tidak dibedakan. Wanita bisa melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh laki-laki. Mereka bahkan melupakan kodrat mereka sebagai wanita, wanita yang mempunyai kelembutan, penuh kasih sayang dan cinta.

Sekarang kita juga melihat bahwa wanita mulai sibuk dengan kegiatan diluar dari pada kegiatan di dalam rumah mengurusi keluarga. Banyak diantara mereka menyebutkan dengan alasan mengejar karir karena kondisi kelurga yang mengharuskan mereka melakukan itu. Bisa jadi ini memang alasan utama mengapa mereka sibuk dengan karir mereka, akan tetapi apakah dia harus melupakan tugas utama mereka? Meninggalakan suami, anak dan keluarganya yang membutuhkannya?

Wanita merupakan sosok yang memiliki multi peran. Keluarga adalah tempat setiap manusia mengawali kehidupan yang merupakan dasar dari pembentukan setiap manusia, karena itu wanita sebagai pendamping suami, pendidik anak dan pengurus rumah tangga berperan penting dalam berbagai upaya mewujudkan manusia-manusia yang beraqidah yang lurus sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, berbudi luhur, berakhlak mulia, berperikemanusiaan dan berpendirian teguh.

Wanita merupakan tonggak dari keluarga yaitu apabila wanitanya baik maka akan baik seluruh keluarganya dan apabila keluarganya baik maka masyarakat pun juga akan baik. Begitu juga apabila masyarakatnya baik maka akan baik pula negaranya. Wanita memiliki sifat yang lembut, berperasaan, penuh kasih sayang, sabar, ulet, telaten; yang merupakan modal bagi wanita untuk mendidik dan membesarkan putra-putrinya.

Pernikahan merupakan suatu hal yang dinanti-nantikan oleh setiap manusia, dimana berkumpulnya dua insan yang diridhoi oleh Allah ta’ala. Wanita sholihah merupakan tiang keluarga, sekaligus perhiasan pertama bagi kehidupan seorang laki-laki, bahkan wanita sholihah merupakan perhiasan terbaik dalam kehidupan ini. Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Dunia ini perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah.”(HR. Muslim).

Cara agar menjadi wanita sholihah yang berhasil dan berkedudukan tinggi, dicintai, dibanggakan dan disayangi suami di antaranya: memilih suami yang baik agamanya, taat dan berbakti kepada suami, berbakti kepada ibu mertua dan menghormati keluarganya, tidak menyebarluaskan rahasia suami, senantiasa mendampingi dan mendukung pendapat suami, menarik hati suami dan masih banyak lagi yang lain. Seperti kisah seorang ibu yang perpesan kepada putrinya ketika akan menikah, nasihat ini sering disebut dengan 10 peringai[1],. Pesan tersebut adalah:

* Pertama dan kedua, temanilah dia (suami) dengan penuh kepuasan dan pergaulilah dia dengan senantiasa mendengar dan menaatinya.
* Ketiga dan keempat, perhatikanlah penciumannya, sehingga dia selalu mencium bau yang harum dan wangi dari dirimu dan perhatikanlah pandangannya sehingga dia tidak melihatmu sebagai orang yang buruk.
* Kelima dan keenam, perhatikanlah waktu makannya dan janganlah engkau membuat kegaduhan pada saat dia sedang tidur.
* Ketujuh dan kedelapan, jagalah hubungan dan berlakulah baik kepada kerabat keluarganya.
* Kesembilan dan kesepuluh, janganlah engkau menyebarlauskan rahasia dan janganlah engkau menentang perintahnya.

Suami merupakan sesorang yang harus kita dahulukan dalam segala perintahnya. Rosulullah Sholallahu 'alaihi wasallam bersabda,"Tidaklah boleh seseorang sujud kepada orang lain. Seandainya diperbolehkan seseorang sujud kepada orang lain, niscaya aku akan perintahkan wanita untuk bersujud kepada suaminya."(HR. Ahamad dan An Nasa'i). Ini menunjukkan betapa besarnya hak suami sehingga wanita harus mendahulukan hak suami dibandingkan hak-hak orang lain.

Tidak pernah lepas dari pikiran wanita bahwa tanggung jawab seorang ibu adalah mendidik anak-anaknya dan membentuk kepribadian anak-anak. Seorang muslimah yang mengetahui agama dan mengikuti petunjuk agama maka dia akan mengetahui tugas pendidikan yang diembannya sehingga dia akan bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya. Allah ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluarganu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”(TQS. At Tahrim: 7).

Wanita selalu mengingat bahwa anak-anak memerlukan dan membutukan asuhan, kelembutan, cinta yang dalam dan kasih sayang yang murni agar jiwa mereka tumbuh dengan sehat dan jauh dari berbagai penyakit dan permasalahan dan juga agar mengisi dengan optimis dan menjadikan diri penuh kepercayaan serta mengisi otak anak-anak dengan berbagai harapan dan keinginan.

Adapun hal-hal yang perlu dilakukan oleh seorang ibu terhadap anaknya adalah:

* Mengetahui tanggung jawab terhadap anak-anaknya.
* Menggunakan cara yang baik dalam mendidik anak-anaknya.
* Memberikan cinta dan kasih sayang sepenuh hati.
* Tidak pilih kasih terhadap anak-anaknya.
* Tidak membedakan dalam mencurahkan kasih sayang.
* Mewaspadi segala hal yang mempengaruhi pembentukan dan pembinaan anak.
* Menanamkan akhlakul karimah pada anak.

Tentunya masih banyak lagi tugas-tugas wanita yang lainnya, akntetapi tugas utama bagi wanita adalah rumah tangganya yaitu sebagai pendamping suami, pendidik anak dan pengurus rumah tangga. Tugas tersebut juga tidak mudah tentunya, oleh sebab itu wanita harus penuh dengan keikhlasan dalam melaksanakannya agar diberi kesabaran dan keridhoan oleh Allah ta'ala.

www.muslimahtips.com/muslimah/63-tugas-utama-muslimah.html

Minggu, 17 Oktober 2010

Duhai Allah

Duhai Allah duhai Allah
Pemilik segala alam raya
Kepada-Mu bermuara doa
Kepada-Mu bermuara cinta

Duhai Allah duhai Allah
Hanya kepada-Mu daku mengadu
Kuberdoa hanya pada-Mu
Ya Allah jangan tinggalkan daku

Duhai Allah Yang Kuasa
Cahya-Mu mulya alangkah indahnya
Terangi hati yang lama resah
Tentramkan jiwa yang gelisah

Duhai Allah duhai Allah
Rinduku biru hanyalah milik-mu
Dekatkanlah daku dengan-Mu
Allah jangan tinggalkan daku

Duhai Allah Yang Kuasa
Cinta-Mu mulya alangkah indahnya
Sirami hati yang lelah resah
Teduhi jiwa yang gelisah


::nasyid yg paling aku suka dan paling sering ku dengar,ketika hatiku merasa tidak tenang ku selalu mendengarkan nasyid ini,.setiap mau tidur juga selalu kudengarkan nasyid ini::

kalo mau donlot ni ke sini aja
http://search.4shared.com/q/1/duhai Allah

Senin, 06 September 2010

Hujan,...

Sudah 3 hari ini kebumen selalu diguyur hujan,..semoga dua hari kedepan cuacanya cerah,..uhm dada terasa sesak entah kenapa mungkin karena aku lagi kurang fit dan suara ku yang bindeng karena flu,..
Daritadi banyak yg sms menanyakan dua acara buber besok,tp belum semua aku jawab dikarenakan beberapa hal,teringat tadi siang ada temen SMP yg telp nanya acara buber besok dan setelah akhir telp,dia tanya "kamu sih orangnya yg mana aq lupa?hehe",..wah lama juga ya gak ketemu mpe wajah n nama agak lupa,lalu ku sebutkan nama lengkap dan kelas waktu kelas 1,2,3 dan dia menyebutkan ciri2 "oh yg sodaraan yg km putih lha yg satunya gelap",..wah ternyata dulu banyak teman yg gak tau namamu dan hanya menyebutkan ciri2nya ndud putih dan satunya ndud tak putih hehe,..
Semoga acara besok bisa saling mempererat silaturahmi yang selama ini tidak pernah bertemu,..
hmmm hujan belum berhenti juga,padahal ku mau belanja beli jilbab buat besok kunjungan ke panti,lagi sakit jadi gak boleh hujan hujanan

Minggu, 05 September 2010

Sebuah pilihan

Lusa ada 2 acara yang jadwalnya bersamaan dan acara itu sm2 pentingnya,yaitu buber Ganisda Jogja yang kebetulan thn ini panitia dari anak2 UGM dan buber di Panti Asuhan.Buber ganisda ini untuk 3 angkatan yang rencananya awalnya mau 8 angkatan tapi gak jadi dikarenakan persiapan yang begitu mepet dan yang ngurus ni acara adek2 '09 dan '10,aku dan teman2 hanya sebagai penanggung jawabnya saja,tapi ternyata besok pas hari teman2 banyak yg gak bisa dateng dan aku pun juga ada buber yg tadinya tgl 8 tapi dimajuin jadi tgl 7.Wah bingung juga,kalo aku gak dateng ntar yang jadi penanggung jawabnya siapa?kasian juga adek2 yang udah ngurusin acara ini dan mereka sempat sms aku kalo 2 diantara mereka merasa putus asa karena tidak semua panitia bekerja secara optimal dan banyak temen2 yang gak bisa datang. Ku beri mereka semangat,karena sukses tidaknya acara gak hanya dari jumlah peserta tapi juga bisa dari faktor lain. Aku pun meminta saran dari senior,kebetulan tahun ini aku terpilih menjadi ketua alumni SMA yg ada di UGM (nama tidak disebutkan) pas acara buber beberapa hari yang lalu di Jogja. Awalnya aku gak tau kalau mau ada pemilihan ketua dan sebelumnya para senior tidak memberitahu para calon ketua,nah pas kebetulan 2 calon ketua gak bisa hadir kecuali aku. Sebelumnya ku merasa aneh,ko para senior pada melihat aku,ada apa ya?e... ternyata mereka memilihku tuk jadi calon. Tiba2 pak ketua mendekat dan berkata,"kamu jadi calon ketua ya?" lalu ku jawab," lho ko aku mas?aku kan bentar lagi lu2s,gimana? ",pak ketua pun menjawab," ya gpp kan nanti bisa diturunkan ke wakil",. Pemilihan pun berlangsung,dalam hati ku berkata semoga aku gak kepilih hehe (dgn alasan aku mw konsen kompre).Dan hasil akhir dari pemilihan ini aku memperoleh hasil yang tertinggi,.Ya sudahlah tak apa,smg q bisa menjalaninya dengan baik dan gak mengganggu belajarku yang semakin hari semakin mendekati kompre.
Acara satunya lagi yaitu buber di Panti Asuhan,acara ini diadakan oleh aku dan teman2 sekelas waktu SMA.Di acara ini,teman2 meminta ku untuk menjadi PJ acara ini.Acara ini pun dibuat secara mendadak, kita hanya ada persiapan waktu sekitar 3 hari. Acara ini diadakan karena salah satu teman kita yang ada di negeri orang sana memberikan kita amanah yaitu untuk mengadakan buka bersama anak yatim dan dia memberikan kita dana yang cukup besar,kita pun disini menggalang dana semampu kita untuk anak2 yatim karena disini kita ingin berbagi dan berbagi itu tak pernah rugi :) .Rencana awal acara ini dilaksanakan tanggal 8,tetapi setelah beberapa teman yg survei ke panti ternyata tanggal segitu gak bisa karena anak2 sudah dipersilahkan untuk mudik. Akhirnya kita memutuskan untuk maju 1 hari.
Sebenernya jika acara buber di panti tgl 8,aku pun juga ada buber sm temen2 SMP tapi aku memilih yg di panti. Berhubung gak jadi tgl 8,aq langsung menghubungi teman SMP kalau tgl segitu aku bisa dan malamnya temen menelpon ku untuk menanyakan tempat yang cocok dan nyaman.Sempat temenku meledek "wah pi,dimana ada buber pasti disitu panitia nya ada kamu,gak di jogja gak dikebumen",ku jawab,"hehehe,.mau gimana lagi,mungkin karena gak ada orang kali ya hehe atau mungkin karena takdir :D ".Pas awal temenku telpon,yang pertama kali ditanyakan yaitu "pi,km lagi sakit ya?masuk angin?" wah ni orang pasti tau dari perubahan suara ku yang berbeda jadi tambah merdu wekekeke. Akhir2 ini entah kenapa kondisi badanku tidak stabil padahal dari dulu biasanya ku jarang sakit. Aku memberi tau temenku kalo bentar lagi insya Allah lulus karena aku tau kalo besok di jogja kalo ada reor forum mahasiswa muslim daerah di jogja (tdk sebut nama) ada indikasi aku sbg calon dan aku pun nyletuk "kalo bisa reor nya pas aku udah lulus aja ya hehe". Ketika sedang bercanda di telpon dan sedang timbul rasa penasaran tiba2 telpon nya mati,mungkin karena pulsanya abis coz temenku telp lumayan lama..besok ceritanya lanjut lagi ya teman pas buber hehe...


Hasil akhir dari dua pilihan diatas yaitu aku memutuskan untuk ikut keduanya karena berhubung gak ada orang yg bisa diwakilkan untuk mengisi sambutan dan acara yg di panti pun aku disuruh temen2 untuk datang karena aku yang jadi PJ acaranya.kalo menurut kalian yg baca,akuharus bagaimana?



semoga acaranya besok lancar,dan semoga jika ada kegiatan2 tidak mengganggu belajarku untuk menghadapi kompre,..aku pengen lulus :)

Perkenankanlah Aku MencintaiMu Semampuku

Tuhanku,
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu…
Lembar demi lembar kitab kupelajari…
Untai demi untai kata para ustadz kuresapi…
Tentang cinta para nabi
Tentang kasih para sahabat
Tentang mahabbah para sufi
Tentang kerinduan para syuhada
Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam
Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan…
Tapi Rabbii....,
Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu…
Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi…
Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu…
Aku makin merasakan gelisahku membadai…
Dalam cita yang mengawang
Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi…
Hingga aku terhempas dalam jurang
Dan kegelapan…
Wahai Ilahi,
Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu…
Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali
Menatap, memohon dan menghibaMu:
Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii,
Perkenankanlah aku mencintaiMu, Semampuku
Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii
Perkenankanlah aku mencintaiMu , Sebisaku
Dengan segala kelemahanku
Ilaahi..,
Aku tak sanggup mencintaiMu
Dengan kesabaran menanggung derita
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al musthafa
Karena itu izinkan aku mencintaiMu
Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu
Atas derita batin dan jasadku
Atas sakit dan ketakutanku
Rabbii...,
Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga.
Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad.
Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu. Izinkan aku mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan. Pada makanan–makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan.
Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya.
Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.
Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu.
Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku.
Yaa, Maha Rahmaan,
Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.
Yaa Rahiim
Aku tak sanggup mencintai Mu semisal Sumayyah,
yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu.
Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu.
Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.
Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya.
Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya.
Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta.
Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii
Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku.
Agar cinta itu mengalun dalam jiwa.
Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.

Aseur

Tuk aseur


Menghitung aku atasmu,pada butir butir tasbih,....
Seperti mengiring detik detik yang berdetak pada jantungku..
Subhanallah,,aku baca atasmu tentang cerita yang masih melela...
Alhamdulillah,,aku tafsirkan atasmu ttg nyanyi sufi atas 40 bidadari...
Allahu Akbar...
Aku semayamkan atasmu an-niatku jauh bersama sujudku yang merobek Qiyamul LailMU...
Hingga aku mampu,,mengucap dalam nyataku atasmu...
Laa Ilahaillallah....Ar rijalu qowwamuna alan nisa'...






Kadang kalau bener2 ingat,..air mata ku selalu menetes,...

Rabu, 01 September 2010

Aku Masih Bertahan

Aku masih bertahan di sini,...di Jogja,...
Kuliah SP sudah berakhir sejak 2 minggu yang lalu,tapi aku memutuskan untuk tidak segera pulang kampung ke Kebumen dan berencana pulang mendekati Lebaran padahal mah biasanya kalo ada libur aku langsung tancap gas * :D * ke Kebumen. Alasan untuk tidak segera pulang karena beberapa hal,salah satunya kondisi badan ku yang lagi sakit mungkin karena ada agenda di Jogja dan Kebumen jadi sering bolak-balik Kebumen-Jogja. Tapi ada satu alasan yang paling utama kenapa aku gak segera pulang yaitu karena di kampung tidak ada aktivitas sehingga membuat ku selalu teringat dengan seseorang dan kenapa sering mimpi bertemu dengan nya,..itu membuat ku ingat dan pernah saat ingin mendengar suaranya,mungkin karena dulu sering mendengar suaranya via telp. Jika teringat,ku bingung harus berbuat apa dan tilawah lah yang hanya bisa kulakukan agar hati ini tenang,terkadang saat tilawah tiba2 teringat wajahnya,...haduhhhh kenapa ya???ko selalu ingat.........
Karena alasan itulah aku masih bertahan di Jogja,teman2 kos sudah pada balik ke kebumen.. Ku bertahan di Jogja karena di sini ada aktivitas yang bisa ku kerjakan sehingga tidak terlalu begitu mengingat nya dan merasa ibadah di bulan Ramadhan lebih optimal jika di Jogja. Alhamdulillah ku pulang nya ditunda mendekati Lebaran ada manfaatnya juga bagi temen2 yaitu semua temen2 takmir masjid di deket kos yang udah pada mudik menitipkan tugas2nya padaku mulai dari ketua,bendahara,dll...ku terima dengan senang hati,yang tadinya ku hanya di divisi yg mengurusi kegiatan ortu sekarang menjadi multi tugas hehe,.dikarenakan sedikitnya panitia sehingga panitia yang tersisa ikut masuk dalam semua divisi dan akupun disuruh jadi panitia i’tikaf akhwat (coz tmn2 tw kalo ku msh lama di Jogja) .
Ya Rabb tunjukkilah hamba jalan yang lurus,...
Bicara mungkin mudah tapi melaksanakannya tidak semudah apa yang dibicarakan,..

Ku tulis tulisan ini bersama dengan butir-butir air mata yang membasahi pipi...