Kamis, 29 Desember 2011

AKU KUATKAN PENANTIAN INI DENGAN KESABARAN

AKU KUATKAN PENANTIAN INI DENGAN KESABARAN
Oleh Putri Mutiara

Pagi Yang Sejuk..

Sesejuk Hatiku Atas Limpahan RahmatMu

Dalam Bingkai kesabaran Ku Mengharap Sebuah Penantian Ini akan Berakhir

Berpotretkan Kebahagiaan Yang Kudambakan..

 

Kicau burung dengan ceria selalu menemaniku

Begitu setia tanpa mengharap sesuatu dariku

Merdu..Semerdu suara hatiku dalam indahnya Kepasrahan ini

 

Angin..kuatnya semilirmu tak sekuat Ketegaran ini

Ketegaran Yang tak luput dari BimbinganMu Wahai pemilik Raga

Awan..indahnya warnamu memberi arti bagiku

Warna indah sebuah Kesetiaan..

Mentari pun ikut tersenyum dengan Indah..

Seindah KaruniaMu  yang selalu ada dalam setiap KaryaMU

 

Daunpun ikut menari..Seolah ingin berkata kepadaku

Kalau aku harus selalu Tersenyum Walau hati ini diselimuti kesedihan

Ayo..Tegar...Tegar...Tegar..

Hati inipun selalu ingin tersenyum..

Tetap dengan Azam yang melekat dalam wadah kesabaran

 

Mengharap Kebahagiaan yang selama ini Aku Rindukan..Yang Aku Inginkan..

Bahagia Bersamamu..dalam Keridhoan Pemilik Alam

Dalam Santun dan Indahnya Kasih yang Bermakna

 

Penantian ini tak akan pernah Berubah

Walau Panas awan yang semakin menyelimuti

Walau angin kadang nampak tak bersahabat

Walau Burung Semakin Gemuruh bernyanyi

Walau Raga Tak Sekuat Keinginan Ini

Aku Akan Selalu menanti..

Tanpa mengenal Lelah Dan Putus Asa..

Dalam Manisnya Senyuman Indah Yang Penuh Warna

Dalam Indahnya Kasih Sang Pemilik Syurga

Dan selalu Berharap Semoga Kelak Kita Bisa Bersama Berada disana..

 

 

(Untuk Sahabat2 Yg sll Bersemangat dlm bersabar)

Kamis, 19 Mei 2011

»«¤°DOA SEORANG KEKASIH°¤

°ㆀ¦→→»«¤°DOA SEORANG KEKASIH°¤←←←¦ㆀ°

Ya Rabbana
Engkau yang mengetahui apa yang terbaik untuk hamba
Keputusan terbaik ada di TanganMu
Jika dia memang terbaik untuk dunia dan akhiratku
maka kirimkanlah dia
menjadi Imamku
menjadi tempatku berbagi cerita
menjadi tempatku berbakti, dalam ketaatan padaMu

Ya Rabbana
Tak ada daya upaya
selain tanpa pertolonganMu
Engkaulah sebaik-baiknya penolong
duhai Tuhanku

Bila yang tertulis olehNya
engkau yang terpilih untukku
Telah terbuka hati ini menyambut cintamu
Di sini segalanya kan kita mula
Mengukir buaian rindu yang tersimpan dulu
Tuk menjadi nyata dalam hidup bersama

Selamat datang di separuh nafasku
Selamat datang di pertapaan hatiku

Izinkan aku `tuk mencintaimu
Menjadi belahan di dalam jiwaku
Ya Allah jadikanlah ia pengantin sejati
Di dalam hidupku ....

Kamis, 17 Februari 2011

Ya Allah..

Ya Allah, kuatkanlah iman dan kesabaran dlm dada .. Karna hanya dgn memiliki ke duanya, hamba sanggup mensyukuri dgn lapang setiap kehendakMU.

Ya Allah, tunjukkilah kami jalan yg Engkau Ridhoi.. Jadikan kami hambaMu yg sholeh dan Sholehah,selalu istiqomah di jalanMu..

Amin..

Kamis, 30 Desember 2010

Nilai-Nilai Ketaatan yg Memudar

Seringkali kita melihat seseorang sebut saja si Fulan yang meningkat nilai ketaatannya kepada ajaran agama, namun begitu tidak kelihatan (menghilang) beberapa waktu saja, tiba-tiba suatu hari kita dikejutkan dengan keadaan ketaatannya sudah jauh menurun. Sebagai contoh, lihatlah keadaan kaum muslimin di awal bulan Ramadhan (yang penuh dengan ibadah dan ketaat-an), kemudian bandingkan dengan keadaan mereka be-berapa hari atau beberapa bulan setelah Ramadhan berlalu, kita akan dapat melihat perbedaan yang amat mencolok.

Memudar dan melemahnya nilai ketaatan adalah dengan meninggalkan ketaatan itu sendiri atau tidak mempertahankan keutuhan nilai-nilai agama di dalam diri berupa amal-amal shalih, akhirnya jatuh kepada perkara haram. Ada beberapa fenomena yang dapat kita saksikan di tengah-tengah kaum muslimin berkaitan dengan masalah ini, sebagai berikut:

1- Tidak Hati-hati Dalam Berbicara dan Berjanji

Banyak sekali orang yang mengeluhkan masalah ini. Masih sering kita jumpai seseorang yang membuat janji kepada saudaranya sesama muslim, namun ia tidak menaruh perhatian terhadap janjinya itu, bahkan sering kali ia langgar atau terlambat menepatinya. Lebih parah lagi kadang kala ia malah meniatkan melanggar perjan-jian itu tanpa mempedulikan akibatnya dan tanpa mem-perhitungkan pahala yang bakal diperoleh dari menepati janji. Lucunya terkadang ia malah menggerutu bila janji-janji itu ditepati sambil mengolok: "Apakah kita harus berlagak kebarat-baratan?" Apakah ia lupa atau pura-pura tidak tahu bahwa menepati janji adalah salah satu keistimewaan kaum muslimin. Kalau tidak percaya, silakan buka lembaran-lembaran sejarah dan biografi tokoh-tokoh Islam dalam hal menepati janji. Perlu di-ketahui, ketika kaum muslimin meremehkan masalah ini, musuh-musuh Islam justru mencaploknya. Sehingga sangat disayangkan bila mereka mengambil intinya se-mentara kaum muslimin kebagian kulitnya saja.

2- Terburu-buru Dalam Memvonis Tanpa Cek dan Ricek (Tabayyun) Terlebih Dahulu

Berapa banyak kita jumpai orang-orang yang menim-bang dengan dua timbangan (tidak fair dalam memvonis orang). Mereka membuat-buat tuduhan lalu menjatuhkan vonis secara keji. Jika ditanya tentang alasannya, tanpa malu-malu mereka berkata: "Begitulah dugaan saya!" "Kata orang demikian!" "Aku dengar orang-orang berkata begitu!"

Bila ditanya tentang seseorang, ia langsung memvonis "Ia seorang ahli bid'ah!" atau yang lebih parah dari itu. Tanpa ragu ia memvonis fasik atau memvonis kafir orang lain. Jika engkau tanya: "Siapakah orang yang memberi tahu kamu hal ini, apa bukti kamu?" Ia akan terdiam seribu bahasa. Apakah mereka lupa atau tidak tahu bahwa tabayyun termasuk manhaj (prinsip) Ahlus Sunnah wal Jama'ah? Simaklah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala berikut ini:

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada-mu orang fasik membawa suatu berita, maka perik-salah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengeta-hui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (Al-Hujurat: 6)

Sungguh sangat mengherankan bila musuh-musuh Islam dengan beragam tingkatannya dapat terhindar dari kebenciannya sementara saudara-saudaranya seiman tidak dapat terhindar dari itu?!

Sikap mereka itu mengingatkan saya kepada sindiran salah seorang tokoh salaf ketika mendapati seseorang mencela saudaranya seiman. Ia katakan kepada orang yang mencela itu: "Apakah engkau pernah memerangi pasukan Romawi?" "Belum!" jawabnya. "Apakah engkau pernah berperang melawan tentara Parsi?" tanya beliau lagi. "Belum!" jawabnya. Beliau lantas berkata: "Subha-nallah, musuh-musuh Allah dapat terhindar dari ganggu-anmu sementara saudaramu seiman tidak!?" Lalu beliau membacakan ayat:

"Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya." (Al-Maidah: 74)

Tidakkah mereka mengetahui bahwa setiap muslim akan dimintai pertanggungjawaban atas seluruh ucapan-nya?

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (Qaaf: 18)

3. Berlaku Aniaya Dalam Pertengkaran dan Tidak Memperhatikan Etika Dalam Berbeda Pendapat

Sebagian orang ada yang begitu tertambat hatinya dengan sebuah pendapat. Kadangkala ia menetapkan wala' dan bara' atas dasar pendapat tersebut. Konsepnya me-ngatakan: "Jika kamu tidak bersamaku, maka engkau adalah musuhku!" Oleh sebab itu ia tidak mau berge-ming dari pendapat itu meskipun sejengkal, atau paling tidak mengatakan bahwa pendapatnya itu mungkin salah! Kadangkala ia mencampuri masalah niat dan menebak-nebak isi hati orang lain. Terkadang ia juga mendikte dengan apa yang sebenarnya tidak diyakini oleh seterunya itu, atau dengan cara-cara keji lainnya.

4. Mendengarkan Isu dan Kabar Dusta

Sekarang ini banyak kita temui orang yang suka mendengar kiri kanan, suka mendengar isu-isu dari setiap orang. Kemudian ia menyebarkan seluruh yang didengarkannya tanpa rasa takut dan bersalah. Kadang-kala sebuah berita dusta yang bersifat adu domba disampaikan kepada seseorang, lalu ia sebarkan berita itu seolah-olah sebuah kebenaran yang nyata. Realita yang sering kita temui pada hari ini cukup sebagai buk-tinya.

5. Pilah-pilih Amal Ketaatan

Yaitu memilih amalan-amalan ketaatan yang sesuai dengan dorongan hawa nafsunya saja. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Orang yang bijaksana adalah yang mengoreksi dirinya dan segera beramal sebagai bekal untuk hari Akhirat. Dan orang yang lemah adalah yang selalu memperturutkan hawa nafsu, di samping itu ia mengharapkan berbagai angan-angan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala." (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Oleh sebab itu pula, sebagian orang hanya meng-ikuti kebenaran yang sejalan dengan hawa nafsunya. Kalau tidak sejalan, maka ia akan menoleh ke kiri dan ke kanan mencari tempat bersandar. Sebagian ulama salaf ada yang berkata: "Hawa nafsu dapat menjadi ilah yang disembah-sembah. Kemudian ia membaca ayat:

"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menja-dikan hawa nafsunya sebagai ilahnya." (Al-Jatsiyah: 23)

6. Menelantarkan Urusan Keluarga

Tidak memperhatikan pertumbuhan keluarga dan anak-anak sampai kepada kondisi yang diharapkan. Seringkali kita temui orang-orang yang sibuk dengan karirnya, sementara keluarga dan anak-anaknya tengge-lam dalam perbuatan dosa. Namun meskipun demikian, hatinya tidak tergerak untuk merubahnya. Dengan dingin ia berkata: "Ah sudahlah! Yang penting tidak mengganggu karirku." Kadangkala ia memergoki dengan mata kepalanya sendiri kemungkaran itu, tetapi ia diam seribu bahasa. Begitulah akibatnya jika sudah terlalu banyak berbuat dosa, kesadaran pun sulit tergugah.

7. Tidak Teguh Dalam Menghadapi Problematika Kehidupan, Cobaan dan Musibah

Gemerlap kehidupan dunia kerapkali menyesatkan banyak manusia. Sedikit demi sedikit ia terseret ke dalam perbuatan haram. Tidak syak lagi, gemerlap dunia itu sangat kuat pengaruhnya dalam menurunkan nilai ketaatan seseorang, atau bahkan dapat menghilangkan nilai ketaatan itu dalam dirinya.

Tidakkah engkau lihat, seseorang yang keluar dari rumahnya demi mencari sesuap nasi, berbagai usaha pun dicobanya. Namun akhirnya ia terjerumus dalam praktek riba, hingga jadilah ia orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya.

Contoh lainnya, seorang yang bergelimang berbagai kasus penipuan dalam usahanya. Dan masih banyak lagi perkara lain yang merupakan bentuk-bentuk melemahnya nilai ketaatan.

8. Mengabaikan Hak-hak Persaudaraan

Sudah barang tentu, disana ada beberapa hak yang wajib ditunaikan oleh seorang muslim kepada saudara-nya seiman. Hal itu sudah disebutkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadits-hadits beliau. Terkadang seseorang mengabaikan hak-hak tersebut, seakan-akan hak-hak persaudaran itu semata-mata ada jika menguntungkannya saja. Sering kita temui sebagian orang yang melihat saudaranya me-lakukan perbuatan maksiat dan dosa, namun ia bersikap acuh tak acuh saja. Atau ada seorang saudaranya seiman yang meminta nasihat dan pengarahan darinya, atau meminta bantuannya untuk menghilangkan kesulitan, atau kepentingan-kepentingan lainnya, namun ia tidak merespon hal itu sedikitpun, apalagi membantu melepas-kan saudaranya itu dari kesulitan! Tentu saja sikap semacam ini dapat mencederai nilai ketaatan.

Realita di atas sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, hal itu dapat kita jadikan barometer dalam mengukur nilai ketaatan yang ada di dalam diri. Semakin banyak hak persaudaraan yang kita abaikan, semakin lemah pula nilai ketaatan kita.


www.muslimahtips.com/tazkiyatun-nafs/89-nilai-nilai-ketaatan-yang-memudar.html

My Blog

Bismillah...

Sengaja q buat blog ini tanpa menyebutkan identitas q..sebetulnya blog ini blog pribadi tetapi jika ada pembaca yg membaca blog silahkan tinggalkan komen jadi tidak hanya membaca tapi juga komentar untuk memberikan saran atau apapun...

Di blog kadang q keluarkan uneg2 yg ada dalam diriku,semoga dengan membaca blog ini bisa diambil hikmahnya bukan membaca saja hehe...bagi yg mengetahui siapa saya,mohon untuk tidak memberitahukan kepada yg lain cukup yg tau saja hehe..

Tugas Utama Muslimah

Zaman semakin berkembang dan di zaman sekarang orang-orang sudah mulai menyebut zaman emansipasi wanita, dimana status anatara laki-laki dan perempuan tidak dibedakan. Wanita bisa melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh laki-laki. Mereka bahkan melupakan kodrat mereka sebagai wanita, wanita yang mempunyai kelembutan, penuh kasih sayang dan cinta.

Sekarang kita juga melihat bahwa wanita mulai sibuk dengan kegiatan diluar dari pada kegiatan di dalam rumah mengurusi keluarga. Banyak diantara mereka menyebutkan dengan alasan mengejar karir karena kondisi kelurga yang mengharuskan mereka melakukan itu. Bisa jadi ini memang alasan utama mengapa mereka sibuk dengan karir mereka, akan tetapi apakah dia harus melupakan tugas utama mereka? Meninggalakan suami, anak dan keluarganya yang membutuhkannya?

Wanita merupakan sosok yang memiliki multi peran. Keluarga adalah tempat setiap manusia mengawali kehidupan yang merupakan dasar dari pembentukan setiap manusia, karena itu wanita sebagai pendamping suami, pendidik anak dan pengurus rumah tangga berperan penting dalam berbagai upaya mewujudkan manusia-manusia yang beraqidah yang lurus sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, berbudi luhur, berakhlak mulia, berperikemanusiaan dan berpendirian teguh.

Wanita merupakan tonggak dari keluarga yaitu apabila wanitanya baik maka akan baik seluruh keluarganya dan apabila keluarganya baik maka masyarakat pun juga akan baik. Begitu juga apabila masyarakatnya baik maka akan baik pula negaranya. Wanita memiliki sifat yang lembut, berperasaan, penuh kasih sayang, sabar, ulet, telaten; yang merupakan modal bagi wanita untuk mendidik dan membesarkan putra-putrinya.

Pernikahan merupakan suatu hal yang dinanti-nantikan oleh setiap manusia, dimana berkumpulnya dua insan yang diridhoi oleh Allah ta’ala. Wanita sholihah merupakan tiang keluarga, sekaligus perhiasan pertama bagi kehidupan seorang laki-laki, bahkan wanita sholihah merupakan perhiasan terbaik dalam kehidupan ini. Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Dunia ini perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah.”(HR. Muslim).

Cara agar menjadi wanita sholihah yang berhasil dan berkedudukan tinggi, dicintai, dibanggakan dan disayangi suami di antaranya: memilih suami yang baik agamanya, taat dan berbakti kepada suami, berbakti kepada ibu mertua dan menghormati keluarganya, tidak menyebarluaskan rahasia suami, senantiasa mendampingi dan mendukung pendapat suami, menarik hati suami dan masih banyak lagi yang lain. Seperti kisah seorang ibu yang perpesan kepada putrinya ketika akan menikah, nasihat ini sering disebut dengan 10 peringai[1],. Pesan tersebut adalah:

* Pertama dan kedua, temanilah dia (suami) dengan penuh kepuasan dan pergaulilah dia dengan senantiasa mendengar dan menaatinya.
* Ketiga dan keempat, perhatikanlah penciumannya, sehingga dia selalu mencium bau yang harum dan wangi dari dirimu dan perhatikanlah pandangannya sehingga dia tidak melihatmu sebagai orang yang buruk.
* Kelima dan keenam, perhatikanlah waktu makannya dan janganlah engkau membuat kegaduhan pada saat dia sedang tidur.
* Ketujuh dan kedelapan, jagalah hubungan dan berlakulah baik kepada kerabat keluarganya.
* Kesembilan dan kesepuluh, janganlah engkau menyebarlauskan rahasia dan janganlah engkau menentang perintahnya.

Suami merupakan sesorang yang harus kita dahulukan dalam segala perintahnya. Rosulullah Sholallahu 'alaihi wasallam bersabda,"Tidaklah boleh seseorang sujud kepada orang lain. Seandainya diperbolehkan seseorang sujud kepada orang lain, niscaya aku akan perintahkan wanita untuk bersujud kepada suaminya."(HR. Ahamad dan An Nasa'i). Ini menunjukkan betapa besarnya hak suami sehingga wanita harus mendahulukan hak suami dibandingkan hak-hak orang lain.

Tidak pernah lepas dari pikiran wanita bahwa tanggung jawab seorang ibu adalah mendidik anak-anaknya dan membentuk kepribadian anak-anak. Seorang muslimah yang mengetahui agama dan mengikuti petunjuk agama maka dia akan mengetahui tugas pendidikan yang diembannya sehingga dia akan bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya. Allah ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluarganu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”(TQS. At Tahrim: 7).

Wanita selalu mengingat bahwa anak-anak memerlukan dan membutukan asuhan, kelembutan, cinta yang dalam dan kasih sayang yang murni agar jiwa mereka tumbuh dengan sehat dan jauh dari berbagai penyakit dan permasalahan dan juga agar mengisi dengan optimis dan menjadikan diri penuh kepercayaan serta mengisi otak anak-anak dengan berbagai harapan dan keinginan.

Adapun hal-hal yang perlu dilakukan oleh seorang ibu terhadap anaknya adalah:

* Mengetahui tanggung jawab terhadap anak-anaknya.
* Menggunakan cara yang baik dalam mendidik anak-anaknya.
* Memberikan cinta dan kasih sayang sepenuh hati.
* Tidak pilih kasih terhadap anak-anaknya.
* Tidak membedakan dalam mencurahkan kasih sayang.
* Mewaspadi segala hal yang mempengaruhi pembentukan dan pembinaan anak.
* Menanamkan akhlakul karimah pada anak.

Tentunya masih banyak lagi tugas-tugas wanita yang lainnya, akntetapi tugas utama bagi wanita adalah rumah tangganya yaitu sebagai pendamping suami, pendidik anak dan pengurus rumah tangga. Tugas tersebut juga tidak mudah tentunya, oleh sebab itu wanita harus penuh dengan keikhlasan dalam melaksanakannya agar diberi kesabaran dan keridhoan oleh Allah ta'ala.

www.muslimahtips.com/muslimah/63-tugas-utama-muslimah.html

Minggu, 17 Oktober 2010

Duhai Allah

Duhai Allah duhai Allah
Pemilik segala alam raya
Kepada-Mu bermuara doa
Kepada-Mu bermuara cinta

Duhai Allah duhai Allah
Hanya kepada-Mu daku mengadu
Kuberdoa hanya pada-Mu
Ya Allah jangan tinggalkan daku

Duhai Allah Yang Kuasa
Cahya-Mu mulya alangkah indahnya
Terangi hati yang lama resah
Tentramkan jiwa yang gelisah

Duhai Allah duhai Allah
Rinduku biru hanyalah milik-mu
Dekatkanlah daku dengan-Mu
Allah jangan tinggalkan daku

Duhai Allah Yang Kuasa
Cinta-Mu mulya alangkah indahnya
Sirami hati yang lelah resah
Teduhi jiwa yang gelisah


::nasyid yg paling aku suka dan paling sering ku dengar,ketika hatiku merasa tidak tenang ku selalu mendengarkan nasyid ini,.setiap mau tidur juga selalu kudengarkan nasyid ini::

kalo mau donlot ni ke sini aja
http://search.4shared.com/q/1/duhai Allah

Senin, 06 September 2010

Hujan,...

Sudah 3 hari ini kebumen selalu diguyur hujan,..semoga dua hari kedepan cuacanya cerah,..uhm dada terasa sesak entah kenapa mungkin karena aku lagi kurang fit dan suara ku yang bindeng karena flu,..
Daritadi banyak yg sms menanyakan dua acara buber besok,tp belum semua aku jawab dikarenakan beberapa hal,teringat tadi siang ada temen SMP yg telp nanya acara buber besok dan setelah akhir telp,dia tanya "kamu sih orangnya yg mana aq lupa?hehe",..wah lama juga ya gak ketemu mpe wajah n nama agak lupa,lalu ku sebutkan nama lengkap dan kelas waktu kelas 1,2,3 dan dia menyebutkan ciri2 "oh yg sodaraan yg km putih lha yg satunya gelap",..wah ternyata dulu banyak teman yg gak tau namamu dan hanya menyebutkan ciri2nya ndud putih dan satunya ndud tak putih hehe,..
Semoga acara besok bisa saling mempererat silaturahmi yang selama ini tidak pernah bertemu,..
hmmm hujan belum berhenti juga,padahal ku mau belanja beli jilbab buat besok kunjungan ke panti,lagi sakit jadi gak boleh hujan hujanan

Minggu, 05 September 2010

Sebuah pilihan

Lusa ada 2 acara yang jadwalnya bersamaan dan acara itu sm2 pentingnya,yaitu buber Ganisda Jogja yang kebetulan thn ini panitia dari anak2 UGM dan buber di Panti Asuhan.Buber ganisda ini untuk 3 angkatan yang rencananya awalnya mau 8 angkatan tapi gak jadi dikarenakan persiapan yang begitu mepet dan yang ngurus ni acara adek2 '09 dan '10,aku dan teman2 hanya sebagai penanggung jawabnya saja,tapi ternyata besok pas hari teman2 banyak yg gak bisa dateng dan aku pun juga ada buber yg tadinya tgl 8 tapi dimajuin jadi tgl 7.Wah bingung juga,kalo aku gak dateng ntar yang jadi penanggung jawabnya siapa?kasian juga adek2 yang udah ngurusin acara ini dan mereka sempat sms aku kalo 2 diantara mereka merasa putus asa karena tidak semua panitia bekerja secara optimal dan banyak temen2 yang gak bisa datang. Ku beri mereka semangat,karena sukses tidaknya acara gak hanya dari jumlah peserta tapi juga bisa dari faktor lain. Aku pun meminta saran dari senior,kebetulan tahun ini aku terpilih menjadi ketua alumni SMA yg ada di UGM (nama tidak disebutkan) pas acara buber beberapa hari yang lalu di Jogja. Awalnya aku gak tau kalau mau ada pemilihan ketua dan sebelumnya para senior tidak memberitahu para calon ketua,nah pas kebetulan 2 calon ketua gak bisa hadir kecuali aku. Sebelumnya ku merasa aneh,ko para senior pada melihat aku,ada apa ya?e... ternyata mereka memilihku tuk jadi calon. Tiba2 pak ketua mendekat dan berkata,"kamu jadi calon ketua ya?" lalu ku jawab," lho ko aku mas?aku kan bentar lagi lu2s,gimana? ",pak ketua pun menjawab," ya gpp kan nanti bisa diturunkan ke wakil",. Pemilihan pun berlangsung,dalam hati ku berkata semoga aku gak kepilih hehe (dgn alasan aku mw konsen kompre).Dan hasil akhir dari pemilihan ini aku memperoleh hasil yang tertinggi,.Ya sudahlah tak apa,smg q bisa menjalaninya dengan baik dan gak mengganggu belajarku yang semakin hari semakin mendekati kompre.
Acara satunya lagi yaitu buber di Panti Asuhan,acara ini diadakan oleh aku dan teman2 sekelas waktu SMA.Di acara ini,teman2 meminta ku untuk menjadi PJ acara ini.Acara ini pun dibuat secara mendadak, kita hanya ada persiapan waktu sekitar 3 hari. Acara ini diadakan karena salah satu teman kita yang ada di negeri orang sana memberikan kita amanah yaitu untuk mengadakan buka bersama anak yatim dan dia memberikan kita dana yang cukup besar,kita pun disini menggalang dana semampu kita untuk anak2 yatim karena disini kita ingin berbagi dan berbagi itu tak pernah rugi :) .Rencana awal acara ini dilaksanakan tanggal 8,tetapi setelah beberapa teman yg survei ke panti ternyata tanggal segitu gak bisa karena anak2 sudah dipersilahkan untuk mudik. Akhirnya kita memutuskan untuk maju 1 hari.
Sebenernya jika acara buber di panti tgl 8,aku pun juga ada buber sm temen2 SMP tapi aku memilih yg di panti. Berhubung gak jadi tgl 8,aq langsung menghubungi teman SMP kalau tgl segitu aku bisa dan malamnya temen menelpon ku untuk menanyakan tempat yang cocok dan nyaman.Sempat temenku meledek "wah pi,dimana ada buber pasti disitu panitia nya ada kamu,gak di jogja gak dikebumen",ku jawab,"hehehe,.mau gimana lagi,mungkin karena gak ada orang kali ya hehe atau mungkin karena takdir :D ".Pas awal temenku telpon,yang pertama kali ditanyakan yaitu "pi,km lagi sakit ya?masuk angin?" wah ni orang pasti tau dari perubahan suara ku yang berbeda jadi tambah merdu wekekeke. Akhir2 ini entah kenapa kondisi badanku tidak stabil padahal dari dulu biasanya ku jarang sakit. Aku memberi tau temenku kalo bentar lagi insya Allah lulus karena aku tau kalo besok di jogja kalo ada reor forum mahasiswa muslim daerah di jogja (tdk sebut nama) ada indikasi aku sbg calon dan aku pun nyletuk "kalo bisa reor nya pas aku udah lulus aja ya hehe". Ketika sedang bercanda di telpon dan sedang timbul rasa penasaran tiba2 telpon nya mati,mungkin karena pulsanya abis coz temenku telp lumayan lama..besok ceritanya lanjut lagi ya teman pas buber hehe...


Hasil akhir dari dua pilihan diatas yaitu aku memutuskan untuk ikut keduanya karena berhubung gak ada orang yg bisa diwakilkan untuk mengisi sambutan dan acara yg di panti pun aku disuruh temen2 untuk datang karena aku yang jadi PJ acaranya.kalo menurut kalian yg baca,akuharus bagaimana?



semoga acaranya besok lancar,dan semoga jika ada kegiatan2 tidak mengganggu belajarku untuk menghadapi kompre,..aku pengen lulus :)